Covid-19 Lahirkan Kemiskinan Baru di Kota Padang

Diskusi Simapad 2021, bertema “Membangun Kota Padang di Masa Pandemi” yang digelar di Daima Hotel Padang, Sabtu, (3/7/2021).

Padang, Scientia – Sinergisitas pemerintah dengan masyarakat, sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan masyarakat dari Pandemi Covid-19,  yang sudah berlangsung hampir dua tahun.

Hal itu diungkapkan Desrio Putra, Anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Gerindra, dalam Diskusi yang digelar Silaturahmi Masyarakat Padang (Simapad) 2021, bertema “Membangun Kota Padang di Masa Pandemi” Sabtu, 3 Juli 2021 di Daima Hotel Padang.

Menurut Desrio, Anggota DPRD Sumbar Dapil Kota Padang, Covid-19 telah membuat perekonomian masyarakat terganggu. Dampak Covid-19 menyebabkan banyaknya muncul kemiskinan baru di Kota Padang, karena banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan.

“Kita mendorong kepada pemerintah memberikan ruang kepada masyarakat untuk memberikan solusi kepada masyarakat, salah satunya melakukan pekerjaan padat karya yang melibatkan lebih banyak pekerja,” ujar Desrio dalam diskusi yang dimoderatori oleh Isa Kurniawan tersebut.

Menurut Dia, pihaknya mendesak kepada Pemko Padang untuk fokus kepada 104 kelurahan membuka lapangan pekerjaan kepada masyarakat.

“Calon-calon orang miskin itu sangat banyak, sebagai dampak dari pandemi covid-19. Pengangguran meningkat. Mereka sangat membutuhkan pekerjaan, sementara Pemko Padang saya nilai belum mampu memberikan solusi yang kongkrit,” ujar Desrio

Lanjut Desrio, idealnya pemerintah itu mendorong kesejahteraan kepada masyarakat, seperti tertuang dalam APBD dan APBN. Banyak program program pemberdayaan perekonomian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang bisa dimanfaatkan guna mengatasi kemiskinan.

“Kita desak setiap pekerjaan seperti konstruksi dilakukan masyarakat sekitar yang menganggur dalam bentuk padat karya. Nah kapan ini dilakukan, hingga sekarang saya lihat belum dilaksanakan. Padahal peluang ini ada di APBD Perubahan Padang,” tegas Desrio.

Karena itu, sebagai anggota DPRD Sumbar yang punya anggaran Pokir, maka dia memprogramkan untuk membantu KWT.

“Sedikitnya ada 700 anggota KWT di Kota Padang yang telah kita verifikasi, saat ini sedang berproses di OPD Pemprov Sumbar. Tujuannya agar masyarakat terbantu membenahi ekonomi keluarganya,” ungkap Desrio.

Diskusi yang menampilkan narasumber Dr. Asrinnaldi (Akademisi Fisip Unand), dan Irwan Basyir (DPD LPM Padang), juga dihadiri Nofal Wiska (Ketua Komisi Informasi Sumbar). (rel)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *