
Dharmasraya, Scientia – Wakil Bupati Dharmasraya, DP Datuk Labuan, menjawab pandangan umum fraksi DPRD Kabupaten Dharmasraya terkait Ranperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021-2026. Nota jawaban tersebut disampaikan dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Dharmasraya, Paryanto, Senin (5/7).
Dalam rapat tersebut, wabup menyampaikan jawaban terhadap tanggapan 7 fraksi DPRD pada rapat paripurna beberapa waktu lalu. Di antaranya terkait isu strategis yang menurut anggota dewan mesti dikupas secara tuntas, sehingga tidak terkesan mengabaikan persoalan yang masih terjadi.
Dijelaskan wabup, bahwa rumusan permasalahan dan isu strategis daerah didasarkan pada kondisi umum daerah dan kemampuan keuangan daerah, serta kondisi umum yang terjadi bersifat nasional yang dihimpun melalui forum konsultasi publik dan Musrenbang RPJMD dan memperhatikan dokumen KLHS RPJMD Kabupaten Dharmasraya.
Adapun, kata wabup, isu strategis yang harus diperhatikan adalah masalah pembangunan infrastruktur dan lingkungan hidup, pembangunan sumber daya manusia, peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, birokrasi pemerintahan yang efektif dan efisien, serta dampak pandemi Covid-19 yang terjadi sejak Maret 2020 dan masih berlanjut hingga 2021. Ini menjadi isu yang juga mempengaruhi dalam perencanaan pembangunan daerah ke depan.
“Peningkatan infrastruktur bagi kebutuhan masyarakat merupakan hal yang sangat penting diprioritaskan dalam RPJMD Kabupaten Dharmasraya tahun 2021-2026, karena masih terbatas dan kurangnya sarana prasarana infrastruktur yang memadai di tengah masyarakat,” kata wabup.
Mengingat pentingnya pembangunan infrastruktur Kabupaten Dharmasraya, maka dalam mencapai visi bupati, pembangunan infrastruktur yang merata dan berkualitas menjadi misi yang pertama. Salah satu indikator sasarannya adalah rasio kemantapan jalan yang diargetkan terus mengalami peningkatan tiap tahunnya.
“Untuk jalan dan jembatan yang tidak bisa didanai melalui APBD, kami terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pemerintah provinsi dan nasional dengan memanfaatkan segala potensi yang ada untuk menggaet dana APBD tingkat 1 dan APBN. Tentunya kami juga mengharapkan bantuan dari Bapak/ Ibu dewan semua melalui jalur partai politik, sehingga kita bekerja sama dalam percepatan pembangunan infrastruktur khususnya jalan dan jembatan,” ujar wabup.
Terkait harapan anggota dewan terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat menjadi prioritas di tengah dampak pandemi Covid-19, dikatakan wabup, hal ini tentu saja menjadi perhatian yang sangat serius dari pemerintah daerah. Refocusing APBD untuk penanggulangan Covid-19, dengan menghentikan dan menunda kegiatan fisik.(*)

Tinggalkan Balasan