Lawan Pandemi, Kaum Perempuan Ikut Kuatkan Ekonomi Keluarga

Ketua dan Wakil Ketua Pengerak Tim PKK Pasaman Barat My Titi Hamsuardi dan Ny Fitri Risnawanto perlihatkan hasil sepatu rajut karya kelompok Kerja UP2K Pasaman Barat, Mina Kurniasih. (Idenvi Susanto)

Pasbar, Scientia – Hampir dua tahun dunia internasional tak terkecuali Indonesia di masih digerogoti pandemi Covid-19. Hal itu mengakibatkan pertumbuhan ekonomi kerakyatan anjlok.

Menyikapi ini, kaum perempuan harus bergerak aktif menambah pendapatan keluarga.

Perlu kemahiran, melihat peluang dan mampu mengasah kemampuan untuk membantu keuangan keluarga. Karena ekonomi masyarakat sangat jauh merosot akibat pandemi Covid-19.

Hal tersebut dibuktikan oleh Mina Kurniasih warga Lubuk Landur, Nagari Aur Kuning, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) dengan mengambil peluang memanfaatkan waktu dengan merajut.

Mina yang merupakan binaan TP-PKK Pasbar itu mampu menambah pendapatannya dengan merajut.

Rajutan Mina ini ternyata tidak hanya diminati oleh masyarakat Pasbar saja, namun sudah sampai ke luar daerah Pasbar, seperti Kota Padang, Bukittinggi, bahkan hingga luar negeri yakni Malaysia. Karya-karya rajut Mina ini adalah berupa sepatu, konektor jilbab, tas dan lainnya.

“Kerajinan ini sebenarnya sudah ada semenjak tahun 2017 lalu, karena ini merupakan salah satu hobi saya juga. Pada tahun 2019 saya dibina oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Koperindag Pasbar. Setelah dirangkul oleh dinas saya lebih percaya diri karena pemasaran produk akan lebih mudah,” Sebut Mina Kurniasih kepada wartawan, Selasa (13/7/2021).

Ia mengatakan, setelah masuk ke dinas dan menjadi salah satu binaan dari dinas Koperindag, PKK Pasbar mulai melakukan perekrutan mulai dari PKK nagari hingga PKK Kabupaten. Dan Mina akhirnya diikutsertakan dalam gerakan PKK.

“Di PKK inilah saya masuk ke dalam kelompok kerja UP2K. UP2K ini adalah Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga. Ini merupakan salah satu program penanggulangan kemiskinan khususnya bagi kaum perempuan, dan penambahan pendapatan keluarga bagi perempuan,” katanya.

Ia menambahkan Ini adalah hasil karya tangan, tentu di samping tahan lama, kualitasnya juga bagus, harga juga kita pikirkan. Konsumen bisa menggunakan sepatu rajut dengan harga terjangkau. Untuk harga sepatu mulai dari Rp150.000 begitu juga dengan tas, tambahnya

Terpisah Ketua Tim Pengerak PKK Pasbar Ny.Titi Hamsuardi di dampingi Wakil Ketua PKK Ny Fitri Risnawanto menyebutkan di masa pandemi ini kaum perempuan diminta untuk bergerak aktif menambah pendapatan keluarga. Artinya seorang istri dituntut untuk membantu keuangan suami.

“Selaku kaum perempuan kita harus mampu menciptakan usaha sendiri untuk menopang penghasilan keluarga sehingga keluarga kita akan semakin sejahtera. Untuk itu, sebagai kaum perempuan marilah kita bersama-sama mewujudkan Pasbar yang sejahtera melalui program UP2K,” sebutnya

Ia mengatakan hasil karya rajut yang diciptakan oleh kelompok kerja UP2K binaan TP PKK Pasbar tidak kalah jauh dengan kualitas rajut lainnya. Karya kita bisa bersaing di dunia usaha dalam negeri maupun luar negeri, pungkasnya (idn)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *