
Padang Pariaman, Scientia – Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur ajak kepala SMA/ SMK di Padang Pariaman sosialisasikan sistem zonasi. Karena menurutnya, masih banyak orang tua siswa yang kurang paham terkait sistem zonasi agar tidak ada lagi kesalahan persepsi pada orang tua terkait sistem zonasi tersebut.
“Saya mengapresiasi kerja keras para guru dalam mengajar dan memberikan ilmunya kepada siswa terlebih pada masa pandemi saat ini. Oleh karena itu, kami meminta agar para guru lebih memiliki cara belajar yang lebih menarik sehingga meningkatkan minat belajar siswa,” tutur bupati saat berkunjung ke SMA N 1 2×11 Enam Lingkung, Rabu (28/7).
Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi mengatakan, Indonesia memiliki potensi pemuda pemudi yang melimpah. Untuk itu, perlu dipersiapkan generasi penerus tersebut mulai dari sekarang.
“Pemuda yang menjadi pelajar saat ini akan menjadi pemimpin di masa yang akan datang. Berikan yang terbaik untuk pendidikan pada hari ini sehingga kesiapan produk agar tidak dikuasai oleh bangsa lain,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Barat, Adib Adib Alfikri mengatakan, jumlah kepala sekolah diwilaya II ini sebanyak 68 sekolah baik negeri dan swasta.
“Semoga pertemuan hari ini menjadi semangat baru untuk kita bersama. Memang pada dasarnya tingkat SMA kewenangan provinsi, namun itu secara administrasi, secara keberadaan terletak di Kabupaten Padang Pariaman sehingga perlu harmonisasi dengan pemerintah kabupaten dan kota,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan