Sawahlunto, Scientia – Wakil Wali Kota Sawahlunto, Zohirin Sayuti minta pemerintah desa dan kelurahan untuk bersinergi dengan tokoh masyarakat, tokoh adat dan agama dan organisasi/ komunitas kemasyarakatan dalam penanganan Covid-19. Hal itu disampaikannya saat pembukaan Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Peningkatan PPKM Kota Sawahlunto Berskala Mikro di Desa/ Kelurahan, Kamis (29/7).
Sinergi kepedulian ini terutama untuk penanganan masyarakat yang terkonfirmasi positif dan melaksanakan isolasi mandiri (isoman). Selain dari pemerintah desa dan kelurahan, ia mengharapkan kepedulian dan kontribusi bersama dari lingkungan di sekitarnya dalam mengawasi dan mendampingi masyarakat yang isoman.
“Masyarakat yang diarahkan untuk isolasi mandiri di Sawahlunto mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan karena 2 tempat isolasi/karantina yang disediakan Pemko Sawahlunto yakni BDTBT dan W 39 sudah penuh. Posko PPKM Skala Mikro di desa dan kelurahan diaktifkan. Sekarang masyarakat kita yang isoman akan sangat baik jika dibawa ke rumah isolasi mandiri itu daripada dibiarkan isoman di rumah masing-masing yang mana kita tidak bisa mengawasi dan mendampingi secara maksimal,” ujar Zohirin Sayuti.
Menurutnya, perlu partisipasi bersama, gotong royong dalam membantu masyarakat yang menjalani isolasi mandiri dalam memenuhi kebutuhannya. Ia menekankan agar semua pihak dapat bersama-sama membantu pemerintah dalam pencegahan dan penanganan Covid-19. Apalagi sekarang Sawahlunto berada dalam level 4, diharapkan dengan keseriusan dan kerja sama seluruh pihak dalam waktu dekat sudah bisa turun ke level 3.(*)

Tinggalkan Balasan