Padang, Scientia – Ahli epidemiologi dari Universitas Andalas (Unand) Defriman Djafri menyebutkan, risiko kematian penderita Covid-19 menjadi tinggi apabila pasien menderita gejala lebih banyak dan memiliki penyakit bawaan atau komorbid.
“Angka kematian paling tinggi itu adalah usia rentang 60-69 tahun,” katanya saat mengikuti rapat Koordinasi bersama Gubernur dan Bupati/Wali Kota terkait penanganan COVID-19 di Padang, Selasa.(10/8/2021).
Ia juga menyebutkan bahwa risiko kematian pasien yang tidak divaksin dan baru mendapatkan vaksin pertama juga lebih tinggi dibandingkan yang telah mendapatkan dua kali suntikan vaksin.
Dalam kesempatan itu ia merekomendasikan agar diupayakan ada kategori penilaian indeks penerapan prokes, sehingga bisa dipantau secara berkala dan dijadikan dasar untuk mengambil kebijakan.
Untuk diketahui, satu daerah di Sumbar, yakni Kota Padang masih melanjutkan PPKM Level 4 hingga 26 Agustus mendatang bersama puluhan daerah lain di luar Jawa-Bali yang ditetapkan pemerintah.
Sementara itu, Gubernur meminta dukungan Bupati dan Wali Kota terkait data kebutuhan oksigen di masing-masing Rumah Sakit di daerah terutama yang melayani pasien COVID-19. Karena belum semua RS yang rutin melaporkan informasi kebutuhan oksigen tersebut.
“Ini untuk menghindari informasi yang bias terkait kebutuhan oksigen di RS,” ujarnya.
Ke depan, penerapan protokol kesehatan harus semakin dipertegas karena menyelesaikan persoalan dari hulu akan sangat membantu penanganan di hilir. (rel)

Tinggalkan Balasan