Siti Mukaromah: Kemerdekaan, Perempuan Harus Berdaya

Kopri: Optimalisasi Peran Wanita dalam Kemerdekaan

Siti Mukaromah: Kemerdekaan, Perempuan Harus Berdaya
Silaturahmi KOPRI PC Purwokerto, Minggu (15/8).

Jakarta, Scientia – Mengenang sejarah perjuangan gerakan perempuan PMII Purwokerto, KOPRI PC PMII Purwokerto gelar silaturahmi virtual. Forum silaturahmi tersebut diikuti oleh alumni, kader dan anggota dengan mengusung tema “Optimalisasi Peran Wanita dalam Kemerdekaan”, Minggu (15/8).

Acara tersebut menghadirkan Anggota DPR RI Komisi VI, Siti Mukaromah dan Ketua Kaderisasi Nasional Kopri PB PMII (2021-2024), Ummu Sholihah.

“Memperjuangkan kemerdekaan saat ini bukan lagi secara fisik dan terjun di lapangan. Namun, harus punya kekuatan sebagai tameng dari sisi-sisi negatif. Perempuan harus berdaya untuk menjadi katalisator, inspirator, iron stock dan pastinya menjadi kontributor dengan menginspirasi orang-orang sekitar,” tutur Siti Mukaromah.

Ia menambahkan, perempuan harus bisa menjadi katalisator dengan mempromosikan diri, menjadi agen perubahan, berjejaring luas dan menunjukkan citra lebih baik kepada masyarakat. KOPRI juga harus bisa memberikan gagasan serta aksi nyata dengan meningkatkan intelektual sumber daya manusia yang dimiliki organisasi. Karena PMII merupakan organisasi yang berlandaskan ahlussunah wal jama’ah an nahdliyah, seharusnya dapat menerapkannya dalam berpikir dan bertindak seperti motto PMII yaitu dzikir, fikir dan amal saleh.

“Jadilah KOPRI yang berprestasi, berwawasan luas dan tidak hanya berpatok pada IPK. IPK tidak dapat mengukur kehebatan kita. Banyak yang ber-IPK tinggi juga menjadi perempuan yang hebat,” pesan Siti.

Sementara itu, Ummu Sholihah mengatakan, PMII cabang Purwokerto adalah cabang yang besar, yang perjalanannya melewati setengah abad lebih. PMII cabang Purwokerto diharapkan selalu menjadi role model, percontohan untuk pergerakan PMII dan KOPRI se-Indonesia.

“PMII ibarat sebuah pohon. Jika akar dan rantingnya kuat maka pohon tersebut akan memiliki daun yang lebat dan hebat. Begitu juga PMII, ketika rayon dan komisariat kuat semangat, maka cabangnya pun pasti kuat dan semakin hebat. Itulah mengapa antara rayon, komisariat dan cabang harus saling berkoordinasi agar kader-kadernya semangat, kemudian akan terbentuk PMII yang mampu membawa perubahan, gerakan dan tentunya membawa kepada kebaikan dan cita-cita kemerdekaan,” tutur Ummu.(*)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *