707 Rumah di Asahan Terendam Banjir

707 Rumah di Asahan Terendam Banjir

707 Rumah di Asahan Terendam Banjir
Kondisi salah satu desa di kecamatan Setia Janji Asahan yang terdampak banjir. (Scientia/ Hans)

Asahan, Scientia – Tingginya intensitas curah hujan menjelang HUT Kemerdekaan RI, mengakibatkan beberapa desa dan kelurahan Kabupaten Asahan terendam banjir. Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Asahan, Selasa (17/8) petang, sebanyak 707 KK/RT atau 1.898 jiwa terdampak banjir.

Sedikitnya ada 30 KK/RT mengungsi ke rumah keluarga di musala yang tidak terdampak banjir.

Kepala BPBD Kabupaten Asahan, Asrul Wahid mengatakan, kenaikan genangan luapan air terjadi secara variatif di berbagai wilayah. Mulai (13/8) di Desa Bangun Sari Kecamatan Setia Janji, (14/8) di Desa Perk. Sei Dadap III/IV Kecamatan Sei Dadap dan di Desa Tanah Rakyat Kecamatan Pulo Bandring diikuti desa-desa lainnya pada (16/8).

“Intensitas hujan yang tinggi sejak (15/8) pukul 18.30 WIB hingga (16/8) pukul 10.00 WIB di seluruh wilayah Kabupaten Asahan. Hal ini berdampak pada naik dan meluapnya debit air di beberapa sungai serta saluran air (parit) yang tidak lancar,” terang Asrul Wahid.

Ketinggian air bervariatif dari sekitar 50-150 centimeter di atas permukaan tanah dan sekitar 30-60 centimeter di dalam rumah. Kondisi ini juga diikuti dengan terjadinya longsor pada ruas jalan Kabupaten di Dusun III Desa Gotting Sidodadi Kecamatan B.P.Mandoge dengan diameter panjang 50 meter, lebar 40 meter dan kedalaman 17 meter.

“Banjir menimbulkan 1 tanggul penahan sungai jebol di Desa Punggulan Kecamatan Air Joman dan 1 titik saluran drainase rusak di Desa Tanah Rakyat Kecamatan Pulo Bandring,” imbuhnya.

Sementara itu, 1 unit rumah warga di Desa Karya Ambalutu rusak sedang, 1 unit SD Negeri terancam rubuh karena berbatasan dengan longsoran di Desa Gotting Sidodadi Kecamatan B.P.Mandoge, 2 unit SD Negeri terendam di Desa Perk. Sei Dadap III/IV Kecamatan Sei Dadap dan Desa Bangun Sari Kecamatan Setia Janji.

3 unit rumah ibadah terendam di Desa Perk. Sei Dadap III/IV Kecamatan Sei Dadap, Desa Bangun Sari Kecamatan Setia Janji, Desa Terusan Tengah Kecamatan Tinggi Raja.

Akses jalan umum terendam sehingga tidak bisa dilalui arus lalu lintas serta beberapa luasan areal pertanian serta perikanan warga terendam.

Kondisi terkini, genangan air di Desa Sei Silau Tua, Desa Sei Silau Barat, Desa Karya Ambalutu telah surut total. Sementara genangan air di Desa Sei Alim Hassak, terus berangsur surut dan diperkirakan akan terus surut hingga malam hari ini jika hujan tidak turun kembali.

Daerah lainnya seperti di Desa Tanah Rakyat, Desa Perk. Sei Dadap I/II, Desa Tanjung Alam, Desa Sei Kamah Baru. Desa Bahung Sibatu-batu, Desa Terusan Tengah, Desa Rawang Lama, Desa Rawang Pasar IV, Desa Perk. Hessa terus berangsur surut  dan diperkirakan akan terus surut hingga esok pagi jika hujan tidak turun kembali.

Kondisi genangan air di Kelurahan Siumbut-umbut, Desa Punggulan masih terpantau relatif bertahan.

“Kami masih melakukan pendataan. Alhamdulillah hingga saat ini belum ada korban jiwa akibat banjir, namun 5 orang warga Desa Perk. Sei Dadap III/IV dan Desa Tanah Rakyat dilaporkan  menderita sakit,” pungkasnya.(hans)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *