Jangan Tunggu Punah, Penghijauan Pantai Harus Ditanami

Mentawai, Scientia – Pengikisan lebih kencang dari dari tumbuhnya tanaman. Karena itu penghijauan pantai tidak bisa menunggu tumbuh sendiri, tapi harus ditanami.

“Tanam, pelihara dan tubuh, ini mesti kita sadari dari pada menunggu tumbuhan tumbuh sendiri,” ujar Wakil Bupati Mentawai Antonius Sabaleake saat penanaman massal pohon pinago di Pantai Mapadeggat oleh peserta Rapimpurda XV KNPI Sumbar, Kamis (26/8/2021).

Pada kesempatan itu, Ketua DPD KNPI Sumbar Fadly Amran mengapresiasi pedulinya wakil bupati Mentawai.

“Pak Wakil Bupati sangat care dengan lingkungan, maka pemuda hari ini harus menyadari pentingnya hidup dengan lingkungan sehingga harus menjaga kelestariannya,” ujar Fadly Amran.

Apalagi Mentawai adalah tujuan wisatawan mancanegara. “Kalau tidak dijaga kelestarian lingkungan tentu turis akan enggan ke Mentawai.

“Asrinya pantai hijaunya bibir pantai semakin mencengkramkan Mentawai sebagai destinasi pantai utama yang dicari turis mancanegara,”ujar Fadly berharap pohon pinago ditanam KNPI Sumbar menjadi taman pemuda nantinya.

Pemuda, kata Fadly harus menjadi garda terdepan menjaga kelestarian lingkungan konsekuensi kita hidup dengan lingkungan. Kita pemuda aware lestarikan dan menjadi agen terdepan menjaga lingkungan.

“Pinago ini satu dari tanaman yang banyak. Dipilih ditanam di sini karena manfaatnya tidak sekadar menahan abrasi pantai saja,” ujar Fadly.

Penanaman massal pohon Pinagoitu menurut Ketua Panitia Pelaksana Rapimpurda XV Deni Pratama, sebagai rangkaian kegiatan Rapimpurda KNPI Sumbar.

“Untuk lingkungan asri kalau tidak sekarang kapan lagi, kalau tidak kita siapa lagi,” ujar Deni.

Bibit pohon pinago kata Deni atas sumbangan Rektor Unidha Prof Dedi dan juga dibantu penanamannya oleh Pemkab Mentawai.

“Izin Pak Wabup mohon bantu dijagain tanaman yang kita tanam sore hari ini,” ujar Deni. (pzv)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *