Bukittinggi, Scientia – Renovasi bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 (SMP Negeri 1 ) Bukittinggi dipertanyakan transparansinya.
Pasalnya, pengerjaan rehab sekolah yang menggunakan dana pemerintah itu, tidak diketahui kapan dimulai dan selesainya, sebab tidak ada plang merek pemberitahuan.
“Tidak ada plang merek pemberitahuan pengerjaan renovasi di sekolah ini,” ujar salah seorang sumber yang ditemui media ini di sekolah tersebut, Kamis (26/8/2021).
“Dipasang hanya spanduk bertuliskan BPJS tenaga kerja dan himbauan keselamatan kerja saat ini saja,” sambungnya.
Ia menceritakan, renovasi sekolah terdiri dari empat paket dan dikerjakan empat kontraktor pula. Tapi, dia tidak mengetahui nama perusahaan-nya apa.
“Wah, nama empat perusahaan yang mengerjakan rehab sekolah ini saya tidak mengetahui. Saya tahu yang dikerjakan adalah rehab ruang kepsek dan anggaran kalau tidak salah Rp130 juta. Rehab ruang pustaka, anggarannya Rp120 juta, rehab ruang pengetikan, Rp190 juta dan rehab 4 lokal dengan anggaran Rp200 juta,” katanya.
Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bukittinggi, Asmara ketika dihubungi melalui ponselnya, mengaku bahwa papan atau plang merk pengerjaan renovasi SMP Negeri 1, ada dan telah dipasang.
Ditanya, terkait pengerjaan renovasi sekolah itu sebelumnya ada kontrak kerja dan berapa nomor kontrak, kata dia, sudah ada.
“Kontrak kerja ada. Sedangkan mengenai nomor kontrak berapa, saya tidak ingat,” katanya.
“Dana pengerjaan renovasi sekolah itu berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Dan pastinya, jika dana DAK, tentu terlebih dulu ada kontrak. Setelah itu, baru ada pengerjaan,” imbuhnya.
Sementara, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Meka Haestetika juga mengatakan hal sama dengan Asmara terkait pemasangan plang merk di sekolah itu.
“Plang merk sejak awal pengerjaan renovasi sekolah sudah dipasang rekanan,” katanya dibalik ponsel ketika dikonfirmasi. Bahkan dia berjanji dan menekankan, kontrak kerja ada serta nomor kontrak akan dikirim hari ini juga ke Whatsapp termasuk nama paket kegiatan. Namun, hingga berita ini dikirim ke redaksi, apa yang dia janjikan itu belum juga diterima. (aef)

Tinggalkan Balasan