Jaga Ekosistem Sungai dengan Ikan Larangan

Jaga Ekosistem Sungai dengan Tradisi Ikan Larangan

Jaga Ekosistem Sungai dengan Ikan Larangan
Wali Kota Pariaman, Genius Umar mendapatkan ikan dari kegiatan Mancing Mania Ikan Larangan, Minggu (29/8).

Pariaman, Scientia – Lestarikan tradisi, pemuda dan Karang Taruna IKAPERCA Desa Cubadak Air, Kecamatan Pariaman Utara gelar Mancing Mania Ikan Larangan. Wali Kota Pariaman, Genius Umar membuka secara resmi event yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-76.

Genius menyebut, ikan larangan adalah tradisi masyarakat Pariaman untuk melakukan proteksi terhadap ikan. Ikan tersebut dipanen dalam jangka waktu tertentu tujuannya untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Mitos di masyarakat, ikan ini dilarang untuk ditangkap karena konon ceritanya siapa yang memakan ikan tersebut akan terkena musibah, seperti sakit aneh, perut menjadi besar atau musibah lainnya.

“Kegiatan ini diharapkan ini dapat menjadi ajang silaturahmi sekaligus edukasi bagi warga desa setempat untuk turut andil menjaga ekosistem sungai. Ini bisa menjadi potensi pariwisata bahari yang patut dijaga dan dilestarikan,” ungkap Genius, Minggu (29/8).

Ratusan para pemancing tidak hanya warga Kota Pariaman, tapi ada juga dari Kabupaten Padang Pariaman bahkan Kota Bukittinggi. Peserta hanya membayar insert sebesar Rp100 ribu saja dan dapat memancing ikan sepuasnya di sepanjang sungai dengan jenis ikan nila, ikan lambau, ikan gariang dan ikan panjang.(*)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *