Wapres: Percepatan Penurunan Stunting harus Bertumpu 5 Pilar

Wapres: Percepatan Penurunan Stunting harus Bertumpu 5 Pilar

Wapres: Percepatan Penurunan Stunting harus Bertumpu 5 PilarPariaman, Scientia – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI), K.H. Ma’ruf Amin membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bergerak Bersama Untuk Percepatan Pencegahan Stunting Tahun 2021 melalaui video konferensi di Kediaman Resmi Wapres.

Ia meminta kepada berbagai pihak terkait agar segera menyusun “Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting” dengan bertumpu pada 5 pilar. Di antaranya Komitmen Politik dan Kepemimpinan Nasional dan Daerah, Kampanye Nasional dan Komunikasi Perubahan Perilaku, Konvergensi Program Pusat/Daerah/dan Masyarakat, Ketahanan Pangan dan Gizi, serta Monitoring dan Evaluasi. Hal tersebit sebagaimana tertuang dalam Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

“Selama 7 tahun terakhir, pemerintah telah berhasil menurunkan prevalensi stunting di Indonesia dari 37,2 persen pada 2013 menjadi 27,7 persen pada 2019. Saat ini, pemerintah tengah berupaya mencapai target prevalensi stunting 14 persen pada akhir 2024,” ungkap wapres, Kamis (23/8).

Wapres berharap Rencana Aksi Nasional ini harus dapat mendorong dan menguatkan konvergensi antar program yang selama ini sudah berjalan dan dilaksanakan oleh berbagai kementerian dan lembaga.

Oleh karena itu, Rencana Aksi Nasional harus disusun dan disepakati bersama antar kementerian dan lembaga, didiskusikan bersama pakar dan pemangku kepentingan lainnya, serta disosialisasikan kepada para pihak, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Wali Kota Pariaman, Genius Umar yang turut hadir secara virtual mengatakan, angka stunting di Kota Pariaman tahun 2021 periode Februari mencapai 9,3 persen. Angka ini jauh di bawah capaian angka stunting Provinsi Sumatera Barat sebesar 27,47 persen dan nasional sebesar 57,67 persen. Data akhir Tahun 2020 angka stunting di Kota Pariaman mencapai 10,7 persen.

“Jelang tahun 2022 kita akan selalu lakukan pengurangan sehingga target kita di akhir tahun 2022 bisa mencapai 5 persen bahkan di bawah itu,” imbuh wako.(*)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *