Masih Rendah, Capaian Vaksinasi Covid di Bukittinggi Baru 41,4 persen

 

Wako Bukittinggi, Erman Safar hadiri program vaksinasi beberapa waktu lalu.

Bukittinggi, Scientia – Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi aktif melaksanakan program vaksinasi.

Sebaliknya, terhadap masyarakat yang belum melalukan vaksinasi, Erman berharap agar segera mendatangi tempat yang telah difasilitasi Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi.

“Dengan mendatangi tempat yang telah disediakan itu, agar nantinya tercapai target 75 persen masyarakat sudah divaksin,” kata Wako kepada Scientia, Jumat (10/9/2021).

Ia lanjutkan, jika 75 persen atau mayoritas masyarakat Bukittinggi divaksinasi, dengan sendirinya akan terbentuk “herd immunity” atau kekebalan kelompok terhadap Covid-19.

“Jika terbentuk kekebalan kelompok, maka kita semua dapat beraktifitas kembali seperti biasa,” terangnya.

Dijelaskan Wako, “herd immunity” merupakan perlindungan secara tidak langsung dari suatu penyakit menular. Hal itu kata Wako, akan terwujud ketika sebuah populasi memiliki kekebalan, salah satunya yakni melalui vaksinasi tersebut.

“Tanpa vaksinasi massal yang merata, diyakini akan sangat sulit mewujudkan kekebalan kelompok terhadap serangan Covid-19,” jelasnya.

Dijelaskan Wako, di Bukittinggi, angka vaksinasi untuk tenaga nakes telah mencapai 114 persen. Untuk petugas pelayanan publik mencapai 121 persen.

“Sedangkan masyarakat umum progress masih berat, yaitu 22 persen dan kelompok lansia baru 11 persen,” terangnya.

Informasi diketahui, berdasarkan rilis data Pemprov Sumbar secara umum, Rabu (8/9/2021) propinsi Sumbar baru mencapai target 17,56 persen.

Untuk Kota Bukittinggi, mencapai target vaksin sebesar 41,4 persen di posisi kedua setelah Kota Padang Panjang 48,1 persen.

Sementara, data terkini vaksinasi Covid-19 Sumbar per 7 September 2021, total vaksinasi dosis pertama mencapai 17,56 persen atau sekitar 777.780 dari total sasaran vaksinasi 4.408.509 sasaran. Sedangkan untuk vaksinasi kedua, mencapai 9,80 persen. (aef)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *