Sawahlunto, Scientia – Dua orang Penyuluh Agama Islam teladan Kota Sawahlunto, dinilai tim Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat.
Mereka adalah Fitria Ningsih, Penyuluh Agama Islam Fungsional Kantor Urusan Agama Kecamatan Barangin dan Rusdi Chandra, Penyuluh Agama Islam Non PNS dari KUA Kecamatan Talawi.
Kasi Zakat Kanwil Kemenag Sumbar, M. Rifki sebagai tim penilai mengungkapkan, penilaian ini rangka mengeksplorasi kemampuan penyuluh berkreasi dan berinovasi menyampaikan program kerja Kemenag.
“Penyuluh agama itu ujung tombak Kementerian Agama,” jelasnya di lokasi, Rabu (22/9/2021).
Sesuai standar operasional prosedur (SOP) sebut Rifki, penilaian tidak hanya berupa presentasi makalah melainkan juga peninjauan keberadaan objek binaan penyuluh bersangkutan.
“Bagi penyuluh terbaik akan mewakili Sumbar ke tingkat Nasional,” ujarnya.
Usai tanya jawab, tim penilai didampingi Pelaksana harian Kemenag Sawahlunto, Zulfahmi dan Kasi Bimas Islam, Yusmanto langsung meninjau lokasi objek binaan penyuluh agama di Lapas Narkotika Sawahlunto.
Disambut hangat Kepala Lapas Narkotika Kelas III Kota Sawahlunto, tim menanyakan program kegiatan keagamaan yang dilakukan penyuluh selama ini.
“Alhamdulillah kami sangat terbantu dengan keberadaan penyuluh Kemenag, kami harap kerjasama ini tetap berjalan,” Kata Nasir selaku Kalapas.
Ia mengakui, sejak warga binaan dibimbing penyuluh agama Kemenag Sawahlunto, banyak sekali terjadi peningkatan perubahan perilaku para napi ke arah yang lebih baik, diantaranya masalah ibadah.
Plh. Kemenag Sawahlunto Zulfahmi dan Kasi Bimas Islam Yusmanto berharap, tahun ini penyuluh agama Islam Kota Sawahlunto bisa menjadi penyuluh terbaik tingkat Sumbar, bahkan mampu melaju ke tingkat Nasional ujarnya mengakhiri. (Yoa)

Tinggalkan Balasan