![Wali Kota Pariaman, genius Umar saat menyalurkan bantuan zakat dari Baznas Provinsi Sumatera Barat kepada mustahik di Balairung Pendopo Walikota Pariaman. Minggu (5/9). [foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/09/1630818266-18.jpg)
“Adapun para penerima Bantuan zakat pada Program Pariaman Peduli ini adalah mustahik yang belum pernah mendapatkan bantuan apapun baik dari kota, provinsi, maupun pusat,” ujar Genius Umar saat menyerahkan bantuan tersebut di Balairung Pendopo Walikota Pariaman. Minggu (5/9)
Genius juga mengungkapkan, saat ini perekonomian di Kota Pariaman, pasca Covid-19 berangsur pulih. Namun masih ada beberapa warga lagi yang ekonominya masih berjalan ditempat.
Saat ini pemerintah, kata Genius, terus melakukan berbagai upaya untuk memulihkan perekonomian masyarakat yang terdampak PPKM. Di antaranya, berupa tambahan modal usaha, sembako, dan bantuan terhadap warga kurang mampu yang mempunyai rumah tidak layak huni.
“Kita akan terus upayakan agar ekonomi masyarakat di Kota Pariaman bisa lebih baik lagi. Hari ini masing – masing mustahik menerima bantuan dari Baznas Provinsi Sumatera Barat sebesar Rp.500 ribu. Semoga saja bantuan ini bisa meringankan beban para mustahik dalam memenuhi kebutuhan sehari – hari,“ harapnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Provinsi Sumatera Barat, Edi Syafri mengatakan bahwa kegiatan ini sengaja diberikan kepada masyarakat di Kota Pariaman. Karena kota ini merupakan salah satu daerah yang melaksanakan kebijakan PPKM darurat.
“Penerapan PPKM oleh Pemko Pariaman tidak dimungkiri berdampak terhadap perekonomian sebagian besar masyarakat. Untuk itu, kami dari Baznas Provinsi Sumatera Barat bekerjasama dengan Pemerintah Kota Pariaman menyalurkan bantuan sebesar Rp.500 ribu untuk 300 mustahik di Kota Pariaman, “ ungkapnya. (Ajo)

Tinggalkan Balasan