Walikota Pariaman, Genius Umar ketika memberikan arahan pada Kampenye Penyakit Tidak Menular (PTM) tingkat Kota Pariaman Tahun 2021 di Halaman Kantor Dinas Kesehatan setempat. Sabtu (25/9).[foto : ist]

Genius Umar Sampaikan Bahaya PTM

Walikota Pariaman, Genius Umar ketika memberikan arahan pada Kampenye Penyakit Tidak Menular (PTM) tingkat Kota Pariaman Tahun 2021 di Halaman Kantor Dinas Kesehatan setempat. Sabtu (25/9).[foto : ist]
Walikota Pariaman, Genius Umar ketika memberikan arahan pada Kampenye Penyakit Tidak Menular (PTM) tingkat Kota Pariaman Tahun 2021 di Halaman Kantor Dinas Kesehatan setempat. Sabtu (25/9).[foto : ist]
Pariaman, Scientia – Bagi orang yang mempunyai PTM (Penyakit Tidak Menular) akan sangat berbahaya bila terkena Covid-19, sehingga akan menjadi Komorbit (Penyakit penyerta). Karena itu perlunya kita untuk selalu membudayakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan penerapan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).

Hal tersebut disampaikan Walikota Pariaman, Genius Umar ketika memberikan arahan pada Kampanye Penyakit Tidak Menular (PTM) tingkat Kota Pariaman Tahun 2021 di Halaman Kantor Dinas Kesehatan setempat. Sabtu (25/9).

“Berdasarkan data dari WHO Tahun 2018, bahwa 66 persen penyebab kematian di Indonesia adalah dari PTM (Penyakit Tidak Menular). Dimana saat ini tren PTM semakin meningkat dan diderita kaum produktif,” ujarnya.

Kampanye Penyakit Tidak Menular tingkat Kota Pariaman tahun 2021, untuk yang pertama ini, sasaranya adalah para Kader PTM yang ada di setiap Desa/Kelurahan. Karena merekalah nantinya yang akan mensosialisasikan ke masyarakat, bagaimana untuk “Cegah dan Kendalikan PTM sebagai Komorbit Covid-19, dengan CERDIK dan Patuh,” sesuai dengan Tema yang diambil kali ini.

“Kita dapat mencegah dan mengendalikan PTM sebagai Komorbit Covid-19. Dengan CERDIKCek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup dan Kendalikan stres,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, tingginya prevalensi PTM di Indonesia, disebabkan pola gaya hidup yang tidak sehat. Dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan bahwa 95,5% masyarakat Indonesia kurang mengonsumsi sayur dan buah.

Kemudian 33,5% masyarakat kurang melakukan aktivitas fisik, dan 29,3% masyarakat usia produktif merokok setiap hari. Selain itu juga terdapat 31% yang mengalami obesitas sentral, serta 21,8% terjadi obesitas pada dewasa.

“Karena itu, ayo kita mulai untuk merubah pola dan gaya hidup kita menjadi lebih sehat, mulai dengan rajin berolahraga. Yang paling penting hindari makanan yang tidak sehat, sehingga kita dapat menurunkan angka PTM di Kota Pariaman ini,” tutupnya.(Ajo)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *