Padang, Scientia – Kemelut dualisme di Asita Sumbar telah membuat bingung anggota dan juga stakeholder. Saling klaim Asita yg paling sah juga mewarnai beberapa media baik nasional maupun di daerah.
Ketua Dewan Penasehat Asita Sumbar Zuhrizul chaniago turut prihatin dengan kondisi ini. Kata dia “Sebab kedua belah pihak adalah teman baik se profesi yg tergabung di DPD Asita sumbar apalagi setelah hampir 2 tahun di hantam pandemi pastilah kondisi teman-teman travel agent sedang down sekali.”
Namun secara objektif melihat persoalan ini merupakan ranah DPP ASITA, saat ini DPP asita Versi Arta sedang melakukan tuntutan di pengadilan ke DPP Asita hasil munas Buk Rus karena ada perbedaan nomenklatur di Akta notaris Asita hasil Munas.
“Jadi saya berharap kepada teman-teman mari bersabar menunggu keputusan Inkrah pengadilan, Artinya sebelum adanya keputusan pengadilan DPD asita yang sah adalah DPD Asita Hasil Musda yg di pimpin Sdr. Darmawi,” ajak Dia.
Sementara itu Kepada Dinas Pariwisata provinsi saya berharap netral dan tidak memihak, sesuai dengan arahan Gubernur di saat Pembukaan Rakernas Asita se- indonesia di Padang agar asita sumbar solid dan tidak ikut-ikutan masalah di DPP..
Sebab ada kesan Dinas Pariwisata Sumbar memihak dengan tidak satupun dari Disparprov yang hadir saat Rakernas Asita hasil musda pimpinan Darmawi di aula kantor gubernur padahal di hadiri oleh Gubernur, pimpinan DPRD , bupati /wako dan DPD asita se – Indonesia.
Ini mengundang pertanyaan peserta dari luar daerah, bagaimana kita kita bicara hospitality sementara ada tamu dari luar daerah ke sumbar kadispar nya tidak hadir, apalagi yg hadir travel agent se – indonesia
“Jadi saya berharap disparprov jangan malah memperkeruh suasana dari kondisi dualisme kepengurusan ini,” tutup dia. (pzv)

Tinggalkan Balasan