Padang, Scientia – Ketua KPID Sumbar, Afriendi Sikumbang mengungkapkan, masyakarat di daerah belum mendapatkan manfaat penuh dari konten lokal program Stasiun Siaran Berjaringan (SSJ).
Menurutnya hal utama yang menyebabkan persoalan ini dikarenakan konten lokal yang ditayangkan TV Nasional lewat SSJ pada “jam hantu” alias dini hari.
“Karena tayang di jam hantu, masyarakat belum sepenuhnya merasakan manfaat dari program tv berjaringan atau konten lokal ini,” ujar Afriendi saat Rapat Koordinasi Bersama Lembaga Penyiaran dan Jurnalis Mitra KPID di Padang, Rabu (13/10/2021).
Diketahui, SSJ Lembaga Penyiaran Nasional atau Swasta diwajibkan menayangkan 10 persen konten lokal pada jam khusus.
Dalam Rakor mengangkat tema “Perteguh Sinergi untuk Percepatan Penanggulangan Pandemi” ini Afriendi melanjutkan, kedepan pihaknya mendorong agar konten lokal juga tayang di jam utama atau primetime news.
“Karena tayang di jam hantu, atau di jam saat banyak orang sudah tidur, jadi efeknya belum terasa,” ujarnya.
Sementara itu Komisioner KPID Bidang Kelembagaan, Jimmi Syah Putra Ginting mengatakan, sinergi semua stakeholder bersama KPID diharapkan mempercepat upaya pemerintah dalam penanggulangan pandemi Covid-19.
Selain Rakor, pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan kerjasama antara KPID Sumbar dengan, BBPOM Padang, Universitas Perintis Indonesia dan Politeknik Asyiah Sumbar. (bos)

Tinggalkan Balasan