Bukittinggi, Scientia – Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Balai Jalan dan Jembatan Wilayah II Provinsi Sumatera Barat siap membangun drainase atau riol di bahu jalan by pass kota itu.
“Kita sudah dapatkan informasi untuk pembangunan drainase disepanjang jalan by pass. Kalau tidak salah, drainase tersebut direncanakan dibangun sepanjang 6 km,” ucap Wawako di Bukittinggi, Selasa (19/10/2021).
Hanya saja, lanjut dia, sebelum pembangunan drainase direalisasikan, Balai Jalan dan Jembatan Wilayah II Sumbar minta persoalan konsolidasi tanah masyarakat disepanjang by pass diselesaikan terlebih dulu.
“Hingga kini kan masih ada persoalan konsolidasi tanah masyarakat yang belum selesai. Jadi, sebelum pembangunan drainase benar-benar dimulai, dinas terkait provinsi minta persoalan tersebut diselesaikan,” jelasnya.
Ditanya berapa titik atau berapa keluarga lagi tanah masyarakat belum selesai melalui konsolidasi saat pembangunan jalan by pass dulu, kata Wawako, hanya Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bukittinggi lebih mengetahui.
“Soal itu, lebih tepatnya dikonfirmasi saja kepada BPN di Belakang Balok,” jawabnya.
Sebelumnya, warga sekitar by pass Gulai Bancah pernah mengirim surat ke Pemko Bukittinggi mohon agar drainase berbentuk gorong-gorong sedalam kurang lebih 9 meter diganti atau dibangun baru.
Permohonan warga sekitar by pass Gulai Bancah tersebut bukan tanpa alasan sebab pernah amblas dan menimbulkan korban jiwa.
Meski demikian, Pemko Bukittinggi telah berupaya mengantisipasi dengan mengganti gorong-gorong yang pecah hingga amblas dan menimbunnya kembali.
“Benar telah diganti gorong-gorong yang pecah di kedalaman 9 meter, akan tetapi, kami warga sekitar pinggiran jalan by pass ini masih khawatir akan terjadi amblas lagi. Sebab jika musim hujan, air masih tergenang disekitaran bekas amblas,” ucap warga sekitar, Pak Is. (aef)

Tinggalkan Balasan