Foto bersama panitia caretaker PCNU Pesisir Selatan dengan pengurus MWC NU Pancung Soal. [foto : ist]

MWC NU Pancung Soal terbentuk, Amalan Aswaja An-Nahdiyah Siap Dibumikan sampai ke Tingkat Ranting

Foto bersama panitia caretaker PCNU Pesisir Selatan dengan pengurus MWC NU Pancung Soal. [foto : ist]
Foto bersama panitia caretaker PCNU Pesisir Selatan dengan pengurus MWC NU Pancung Soal. [foto : ist]
Pesisir Selatan, Scientia – Baru-baru ini Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdahtul Ulama (NU), Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan telah terbentuk. Pembentukan MWC itu juga diiringi dengan musyawarah pembentukan kepengurusan, yang difasilitasi oleh caretaker PCNU kabupaten setempat di Nagari Inderapura.

Pada musyawarah, terpilih Ketua Tanfidziyah Zulfadlillah, Sekretaris Darfindo. Sedangkan di Rais Syuriah Dian Putra dan Khatib Sayfrin.

Wakil Ketua Panitia Caretaker, Suyatmin Widodo beserta panitia lainnya, berharap kepengurusan NU tidak hanya ada di tingkat kecamatan saja.

“Kami harapkan kepengurusan NU bisa terbentuk sampai pada tingkat ranting, bahkan bila perlu sampai tingkat terbawah yaitu anak ranting. Ini dibutuhkan  untuk memudahkan saudara-saudara yang sudah berpaham Aswaja, namun  belum beramaliyah sesuai dengan gerakan an-Nahdiyah,” ujar Suyatmin Widodo.

Selain itu, Sekretaris Panitia Caretaker, Eko Wahtudi, menyebutkan, pembentukan kepengurusan di tingkat anak ranting sangat dimungkinkan. Menurutnya, hal ini sesuai dengan  Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Nahdlatul Ulama berdasarkan Hasil Keputusan Muktamar Ke-33 NU Jombang, Jawa Timur.

Pada pasal 12 AD, kata Eko bahwa struktur organisasi Nahdlatul Ulama terdiri dari pengurus besar di tingkat tertinggi dan Pengurus Anak Ranting tingkat terbawah yang berada di dusun, blok atau kampung.  Sebagaimana diatur dalam ART Pasal 14, pembentukan Anak Ranting Nahdlatul Ulama dapat dilakukan jika terdapat sekurang-kurangnya 25 (dua puluh lima) anggota.

Menanggapi harapan caretaker itu, Suharboy, salah satu mutasyar terpilih mengaku siap membentuk ranting di seluruh wilayah Kecamatan Pancung Soal. Dia percaya, sebagian besar masyarakat di sana umumnya mengamalkan amalan-amalan ahlussunah wal-jamaah (Aswaja).

“Hanya saja, belum banyak yang bergabung ke dalam organisasi keagamaan, termasuk pada NU. Setelah terbentuk kepengurusan, harapnya, mereka akan masuk dan berkhidmat pada organisasi NU,” sampai Suharboy. (Ajo/Frl)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *