Bukittinggi, Scientia – Pejuang Muda program Kementerian Sosial Republik Indonesia (KEMENSOS RI) wilayah Bukittinggi gelar audiensi tentang program selama melakukan kegiatan 60 hari kedepan dengan Walikota Bukittinggi Erman Safar.
Dalam pertemuan di Kantor Balai Kota Bukittinggi, Rabu (3/11) tersebut, Koordinator Kelompok Pejuang Muda Bukittinggi Fenti menyampaikan Pejuang Muda merupakan program dari Kemensos RI yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia.
“Di program ini kami di Bukittinggi berjumlah 10 orang dengan kampus yang berbeda-beda. Ditugaskan menverifikasi dan memvalidasi Data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) masyarakat Bukittinggi,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, teknisnya pejuang muda turun kelapangan melakukan wawancara sesuai pedoman yang terdapat dalam aplikasi SAGIS Mobile, sesuai DTKS yang telah ditentukan oleh KEMENSOS yang dikirim ke web pribadi Pejuang Muda.
Program ini dimulai tanggal 23 Oktober sampai 31 Oktober untuk keberangkatan ke lokasi yang telah ditempatkan.
“Sedangkan untuk turun kelapangan kami masih menunggu teman-teman sebab masih ada yang belum dikirim data DTKS dari Kemensos,” tuturnya.
Walikota Bukittinggi Erman Safar menyambut baik kedatangan para Pejuang Muda. Terang dia, untuk DTKS di Bukittinggi sebanyak 30.000 Jiwa. “Silahkan kawan-kawan pejuang muda berkoordinasi dengan Dinas Sosial bagaimana untuk pendekatan pada saat turun kelapangan,” tuturnya.
Ia menambahkan “Silahkan catat apa saja kendala yang didapat dilapangkan dan lakukan diskusi dan evaluasi dengan Dinas Sosial.”
Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kota Bukittinggi Linda Faroza mengatakan pihaknya siap menjembatani adik-adik Pejuang Muda untuk bertugas.
“Bagi adik-adik yang memiliki kendala di lapangan nantinya bisa hubungi kami Dinas Sosial. Kami siap melayani adik-adik semuanya,” tuturnya. (pzv)

Tinggalkan Balasan