
Padang Pariaman, Scientia – Pemerintah Nagari (Pemnag) Lareh Nan Panjang Selatan, Kecamatan VII Koto Sungai Sarik, Kabupaten Padang Pariaman menggelar Musrenbang penyusunan Rencana Kerja Pemerintahan Nagari (RKP) untuk tahun anggaran 2022.
Kegiatan ini didampingi langsung oleh tenaga Program Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD), Rio Agusta di Laga-laga Adat setempat. Senin, (8/11/2021).
Dalam sambutannya, Rio mengatakan, penyusunan RKP dilakukan melalui beberapa tahap, mulai dari rembuk korong (dusun) dan rembuk nagari. Pada kegiatan itu, semua usulan yang ditampung akan disaring atau dipilih sesuai dengan kebutuhan prioritas nagari pada saat itu.
“Kemudian, hasil saringan itu ditetapkan dan dibawa ke dalam rapat Musrenbag untuk disepakati. Sekalian meminta masukan dan usulan, apabila ada program strategis yang belum masuk kedalam RKP,” ujar Rio kepada Scientia.id.
Jelasnya, prioritas penggunaan dana nagari atau dana desa untuk tahun anggaran 2022 merujuk kepada Permendes PDTT no 7 tahun 2021. Dimana ada tiga bidang yang tetap menjadi prioritas dan harus dimasukkan untuk RKP 2022 yaitu, bidang ekonomi, kesehatan dan mitigasi bencana alam dan non alam.
“Tentunya semua itu tetap disesuaikan dengan kewenangan dan ketersediaan dana nagari,” ujarnya.
Rio menyebutkan, untuk program pembangunan fisik diarahkan kepada pemberdayaan masyarakat yang sifatnya padat karya. Yaitu pembangunan desa yang menggunakan sistem swakelola atau pemanfaatan jasa masyarakat setempat dalam pengerjaannya, seperti pembangunan jalan atau pembukaan jalan nagari.
“Selain itu, ada hal-hal lain yang sifatnya juga padat karya yaitu tanah nagari yang ditanami tanaman kebun, tanah milik warga yang ditanami sayur-sayuran, dan tanaman tumpang sari. Semua itu bisa menggunakan dana desa atau dana nagari,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Nagari Lareh Nan Panjang Selatan, Zainal mengatakan, pihaknya saat ini memprioritaskan pembangunan mental disamping pembangunan fisik. Di antaranya penguatan ilmu keagamaan dan praktek ibadah berjamaah di musala-musala.
“Apabila mental kita kuat dan siap dari segi apapun, maka secara tidak langsung pembangunan akan berjalan dengan baik,” katanya. (Ajo)

Tinggalkan Balasan