Kejar Defisit APBD Rp81 Miliar, Pemko Pariaman Optimalkan PAD Sektor Pariwisata Tahun 2022

Wali Kota Pariaman, Genius Umar saat menampaikan jawaban atas pertanyaan dari pandangan umum fraksi DPRD di Ruang Sidang Utama. Selasa, (9/11/2021). (Scientia/Ajo)

Pariaman, Scientia – Wali Kota Pariaman, Genius Umar menjawab pandangan umum fraksi DPRD Kota Pariaman, terhadap nota keuangan tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2022.

Pertama pandangan mengenai catatan terhadap proyeksi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp616 miliar lebih. Kedua biaya belanja daerah sebesar Rp698 miliar lebih dan ketiga mengenai kemungkinan defisit yang diperkirakan mencapai Rp81 miliar lebih.

“Untuk peningkatan PAD, akan kita geliatkan segala potensi yang ada. Terutama tahun depan kita fokuskan kepada sektor pariwisata melalui sistem pintu dengan menerapkan retribusi masuk ke objek wisata. Kemudian pendapatan dari rumah sakit,” ujar Genius di Ruang Rapat Utama DPRD Kota Pariaman, Selasa (9/11/2021).

Khusus peningkatan PAD pada sektor pariwisata, Genius menyampaikan langkah-langkah kongkrit yaitu dengan menggerakkan sport tourism. Ini memiliki konsep berolahraga sambil berwisata.

“Masing-masing anggota dewan akan kita berikan beberapa sport tourism, dimana di samping kita berolahraga juga akan mendatangkan para wisatawan ke Kota Pariaman,” terang Genius.

Sehubungan dengan target PAD dalam RAPBD 2022, Pemko Pariaman mengestimasikan terdapat kenaikan secara nominal sekitar Rp50 miliar lebih dibandingkan tahun 2021. Peningkatan ini diasumsikan didapat melalui berbagai upaya yang dilakukan, mulai dari harmonisasi, pungutan pajak, pengelolaan kekayaan daerah, dan lain-lain pendapatan yang sah.

“Kami bersama OPD terkait, juga melakukan harmonisasi dengan pemerintah pusat, mulai dari Bappenas sampai beberapa kementerian dan juga Dirjen Keuangan Daerah. Sehingga akan menghasilkan DAK (Dana Alokasi Khusus) yang kita terima dari Kementerian PU melalui Dirjen Bina Marga mencapai 20 Milyar di tahun 2022 dan lainnya,” sampainya.

Untuk biaya belanja daerah, kata Genius, terdiri dari belanja hibah, bantuan sosial, belanja transfer dan belanja bantuan keuangan.

“Belanja hibah diberikan kepada Koni untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat tahun depan. Kemudian belanja tranfer bagi hasil yang harus diberikan kepada desa yang dikeluarkan dari 10 persen dana perimbangan dan bantuan keuangan untuk partai politik,” jelas Genius.

Selanjutnya mengenai kemungkinan defisit sebesar 81 milyar lebih, akan ditutupi dengan Silpa keuangan daerah tahun ini sebesar 80 milyar. Tidak hanya itu, Genius juga menekankan pada pengurangan kegiatan yang tidak berhubungan langsung RPJMD dan program unggulan pemerintah.

“Maka dari itu, kita juga perlu melakukan harmonisasi untuk mengurangi kemungkinan defisit tersebut,” katanya.

Selain itu, pada perihal pertanyaan lain mengenai keberlangsungan Pasar Rakyat Pariaman. Karena sampai hari ini, belum ada kejelasan tentang kapan serah terima dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Serta, penuntasan terhadap permasalahan-permasalahan yang masih ada.

“Terkait serah terima pasar tersebut, masih dalam proses dan masih menunggu. Karena juga memerlukan biaya sekitar 100 milyar dan melalui proses dari kementerian PU, kemudian kementerian perdagangan, kemudian sekretaris negara,” jawabnya.

Terkait permasalahan yang terjadi di pasar, Genius meminta pihak manajemen dan dinas terkait untuk segera menyelesaikannya.

Sementara itu, Genius Umar atas nama Pemko Pariaman bertekad untuk bekerja secara efektif dan efisien. Hal itu dapat dilakukan melalui pemikiran yang inovatif dan menciptakan terobosan dalam meningkatkan lain-lain pendapatan daerah yang sah. (Ajo)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *