![Kontingen TP-PKK Kota Pariaman pada saat iven PKD Provinsi Sumatera Barat 2021. [foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/11/1633179548-Untitled-1.jpg)
Ketua TP-PKK Kota Pariaman, Ny. Lucyanel Genius mengatakan, ‘manjalang’ ini merupakan prosesi yang dilakukan mempelai wanita atau anak daro saat hari perhelatan ke rumah mempelai pria atau marapulai. Diiringi dengan pasumandan dan kerabat biasanya membawa makanan yang dinamakan juadah, jamba dan makanan tradisional lainnya..
Di dalam juadah terdapat berbagai makanan ringan seperti kanji, aluwo, wajik, kipang, pinyaram. Sedangkan pada jamba berisi gulai kapalo lauak, randang, gulai sampadeh, gulai jariang, anyang, dendeng, predel, dll. Kemudian ada makanan tradisional tambahan yaitu lapek koci, agar-agar dan kue-kue tradisional seperti ladu arai pinang, kue sapik, kue sagun, kue bolu ikan dan kue bawang.
“Hari ini kita ikut pameran kuliner tradisional, sekaligus untuk mengenalkan makanan khas Kota Pariaman kepada masyarakat khususnya wisatawan se-Sumbar ,” ujar Lucyanel Genius.
Selain itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Gemala Ranti mengatakan, Pameran Kuliner Tradisional ini merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan PKD Sumbar Tahun 2021. Kegiatan ini digelar selama lima hari dari tanggal 1 s/d 5 Oktober 2021.
“Tema makanannya tidak dibatasi oleh panitia, peserta dibebaskan membawa makanan apa saja yang penting khas dari daerah masing-masing,” kata Gemala.
Ia juga menyebutkan, selain pameran kuliner juga ada beberapa kegiatan lainnya seperti Pertunjukan Seni Multikultur dari lima etnies lainnya yaitu etnies Mandailing, Tionghoa, Mentawai, India, dan Nias, Pameran Jalur Rempah. Kemudian Festival Sipak Rago, Tari Piriang Kreasi, Teater, Randai, Silek Galombang, Lomba Baju Kuruang Basiba, Forum Group Discussion (FGD) membahas permainan tradisional anak nagari, dan lainnya.
Acara ini bertema “Merawat Ingatan”. Tujuannya agar semua kita tidak lupa dengan budaya yang ada di Sumbar. Diharapkan dengan acara ini pergerakan dari pegiat seni budaya tetap terlaksana, apalagi sudah lama tidak ada kegiatan akibat pandemi Covid-19 ,” tutupnya Gemala.
Sementara itu, Kota Pariaman juga mengirim perwakilannya pada Lomba Teater dengan menampilkan karya berjudul Penjual Bendera, Lomba Tari Piriang Kreasi (Sanggar Mustika Minang Duo dan Sanggar Sintuah Pamikek), Lomba Randai, Lomba Silek Galombang dan Lomba Baju Kuruang Basiba. (*)
![Kontingen TP-PKK Kota Pariaman pada saat iven PKD Provinsi Sumatera Barat 2021. [foto : ist]](https://datalama.scientia.id/wp-content/uploads/2021/11/1633179548-Untitled-1.jpg)
Tinggalkan Balasan