Buya Yose Rizal dan Kyai Subiyanto Nahkodai PCNU Pesisir Selatan 2021-2026

Pesisir Selatan, Scientia – Konferensi Cabang NU Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) telah memilih Rais dan Ketua. Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Sumbar (Prof, Kyai H, Genefri, Ph.D) yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama setempat.

Peserta Konfercab telah menetapkan
Buya Yoserizal M.Pd sebagai Rais Syuriah, sementara Ustadz Suyatmin Widodo, M.T.Pd menjadi Katib Syuriah. Sedangkan terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah Kyai Subiyanto, serta Sekretaris Gus Eko Wahyudi, M.Pd, dan Bendahara Ustadz Masrizal, S.Pd.

Pada pemilihan bakal calon Ketua Tanfidziyah, Ustadz Hamidun mendapatkan 4 suara sedangkan Kyai Subiyanto 8 suara. Pada pembahasan tata tertib yang boleh menjadi calon harus mendapatkan 5 dukungan suara. Karena yang melebihi suara 5 hanya Kyai Subiyanto, maka peserta Konfercab sepakat menetapkan Kyai Subiyanto sebagai Ketua Tanfidziyah.

Kyai Subiyanto usai terpilih dihadapan peserta menyampaikan, PCNU Kabupaten Pesisir Selatan ke depan harus diperkuat dengan berbagai kegiatan keagamaan, kemasyarakatan dan gerakan. “Yang paling mendesak itu adalah menjaga amaliah NU agar tetap menjadi amalan dan tradisi NU di masyarakat. Sehingga tidak ada tradisi dan amalan yang sudah tumbuh dan rutin dilakukan jamaah harus ditinggalkan,” kata Subiyanto.

Subiyanto mengakui, tantangan NU ke depan semakin berat. Saat ini semakin banyak paham-paham keagamaan yang melenceng dari pemahaman agama yang sudah dianut dan dipraktekkan oleh para ulama terdahulu. Termasuk paham-paham keagamaan yang tidak sesuai dengan NU. Bahkan mulai  muncul pemahaman yang sesat menyesatkan,  mengkafirkan pihak lain yang berbeda dengan paham mereka.

“Insya Allah dengan adanya Konfercab dan terpilihnya pengurus NU yang baru, sangat diharapkan bisa membentengi umat dari pemikiran dan pemahaman keagamaan yang kurang pas bagi masyarakat Pesisir Selatan,” kata Subiyanto.

Ketua PWNU Sumbar Prof. Ganefri pada sambutan pembukaan menyebutkan, peran Nahdlatul Ulama sangat penting dalam menjaga dan merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Terus memupuk rasa persatuan di tengah perbedaan sangatlah penting. NU dengan melakukan syiar Islam akan tetap berkomitmen menjaga NKRI. Merawat persatuan di tengah perbedaan adalah sangat penting.

Kasubag TU Kamenag Pesisir Selatan Yusuf Huda, S.H.I, M.A. dalam sambutannya menyebutkan, masyarakat Pesisir Selatan bagaimana bisa mewujudkan masyarakat tenang. Semakin banyak persoalan agama yang perlu disentuh dan mendapat perhatian untuk pemecahannya. Termasuk moderasi beragama yang kurang. Masyarakat masih terkotak-kotak dalam menyikapi isu-isu yang muncul di tengah masyarakat. (pzv)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *