
Bukittinggi, Scientia- Pengerjaan proyek pembangunan saluran drainase primer di ruas jalan Perintis Kemerdekaan (depan SMPN 1 hingga Rumah Potong Hewan Jalan Pemuda) Kota Bukittinggi, berdampak ketidaknyamanan terhadap masyarakat sekitar, sebab menimbulkan debu saat cuaca panas dan mengakibatkan licin dikala hujan.
Akibat kondisi tersebut, maka Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bukittinggi bersama dinas terkait lain berdasarkan instruksi Wali Kota Erman Safar, harus gotong royong (Goro) membersihkan material tanah galian drainase disepanjang jalan tersebut.
Kepala Dinas PUPR Bukittinggi, Rahmat AE kepada wartawan di kota itu, Minggu (21/11/2021) menyampaikan, pembangunan drainase primer tersebut bertujuan mengurangi debit air yang datang dari kawasan hulu batas kota yang berasal dari Kabupaten Agam, yaitu Bandar Durian terus masuk ke saluran di jalan Sudirman.
“Pembangunan drainase ini bertujuan mengalihkan titik crossing air yang selama ini menyebabkan genangan di kawasan Jembatan Besi, Simpang Capella, Masjid Darussalam, kawasan Galiano dan Pasar Bawah. Disamping itu juga direncanakan untuk menampung air dari Bukit Cangang di samping SMP N 1, jalan H Agus Salim, kawasan Pasar Atas yaitu dari Jenjang Gudang, Pasar Lereng, Jenjang 40 dan jalan Cindua Mato. Semua akan dihubungkan dengan saluran primer ini,” jelas Rahmat.
Ia melanjutkan, proyek drainase itu direncanakan pada Tahun Anggaran (TA) 2019 dan proses perencanaan Detail Design Engineering (DED) dilakukan pada TA 2020. Proyek dilaksanakan oleh Bidang Jalan, Jembatan dan Irigasi Dinas PUPR pada Periode Pemerintahan Wali Kota sebelumnya yakni Ramlan Nurmatias.
Rahmat menambahkan, pengerjaan proyek yang dikerjakan rekanan PT Inanta Bhakti Utama tersebut telah berlangsung dua bulan.
“Pengerjaan drainase ini ditargetkan selesai pada 26 Desember 2021,” tutup Rahmat. (aef)

Tinggalkan Balasan