Amartha Jatah Rp400 M Modal Usaha untuk Sumbar

Padang, Scientia – Khusus untuk para perempuan Indonesia, anda tidak perlu lagi memusingkan pembiayaan modal usaha. Ada PT Amartha Mikro Fintek (Amartha).

Perusahaan fintech pionir peer-to-peer lending yang berfokus pada pemberdayaan perempuan pengusaha mikro ini, bakal menjangkau perempuan pelaku usaha mikro yang tidak mendapat akses layanan perbankan, tidak memiliki aset yang dijadikan jaminan dan memiliki keinginan untuk mengembangkan usaha mikronya.

Penjabaran Fintek Amartha ini di jelaskan oleh Aria Widyanto, Chief Risk dan Sustainability Amarta di Santika Premiere Hotel Padang, Rabu (24/11/21) saat Meeting Briefing dengan para awak media.

Ungkap dia, hingga Oktober 2021, total penyaluran pendanaan di Sumatra Barat mencapai Rp208 miliar. Jumlah ini meningkat jauh jika dibandingkan penyaluran di sepanjang tahun 2020 yakni sebesar Rp78 miliar.

“Selama beroperasi di Sumatra sejak tahun 2020, Amartha telah menjangkau lebih dari 204.000 mitra perempuan pengusaha mikro, yang tersebar di 141 titik operasional di seluruh Sumatra. Mulai dari Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Lampung, Jambi, dan lain-lain,” ujar nya.

Saat ini Amartha menargetkan penyaluran sebesar Rp400 miliar rupiah di tahun 2022 khusus untuk wilayah Sumatra Barat.

Amarta bergerak untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi sektor mikro pasca pandemi, ” kami sangat terinspirasi dengan ketangguhan dan semangat para perempuan pengusaha mikro untuk bangkit dan sejahtera” ungkap Arif.

Amartha telah menyalurkan pendanaan kepada lebih dari 46.000 mitra perempuan pengusaha mikro di Sumbar, yang sebagian besar menjalankan usaha di sektor perdagangan, seperti warung makan, warung kelontong, warung kopi, dan lain-lain.

Selanjutnya M. Akib, Head of Micro Business Amartha wilayah Sumatra menyampaikan, wilayah Sumatra Barat juga mencatatkan tingkat pengembalian pinjaman yang sangat baik, yakni mencapai 99,90%, artinya hampir seluruh mitra mampu membayar pinjaman tepat waktu. Beberapa kota di Sumatra Barat tercatat menerima penyaluran cukup besar, di antaranya kota Padang, Dharmasraya, dan Pesisir Selatan.

Ada sekitar 300 orang tenaga lapangan yang tersebar di Sumatra Barat untuk memonitor perkembangan usaha para mitra dan membantu mitra untuk tetap produktif dengan memberikan berbagai pelatihan seperti pelatihan literasi keuangan, kewirausahaan, maupun literasi digital/teknologi. (pzv)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *