Renovasi Masjid Jamik Mandiangin, Ini Penjelasan Erman Safar Tentang Sejarahnya 

Bukittinggi, Scientia – Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, meluruskan pernyataan Wakilnya, yang menyebut bahwa Masjid Jamik Mandiangin atau biasa dikenal Masjid Surau Gadang adalah salah satu masjid tertua di kota itu.

Menurut Wako, jika Masjid Surau Gadang tersebut dibangun pada 1830, berarti bukan merupakan masjid tertua sebab pada 1830, Belanda sudah masuk ke Bukittinggi dan di masa itu, kata dia, Islam sudah sangat berkembang serta menjadi agama mayoritas.

“Artinya, jika sudah ada Islam, berarti ada Masjid sebab peradaban Islam dimulai dari Masjid. Dengan demikian, setiap Jumat umat muslim sudah salat di Masjid,” jelas Wako kepada wartawan di Bukittinggi, Minggu (5/12/2021).

Lebih lanjut dijelaskan Wako, dalam buku ulama besar Minangkabau Buya Hamka, ditulis bahwa Islam masuk ke Nusantara dan Minangkabau beberapa tahun setelah wafatnya Rasulullah, Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam.

Kemudian kata Erman lagi, mengacu kepada sejarah ada masjid lain sebelum adanya Masjid Surau Gadang Mandiangin. Hal tersebut dapat dibaca melalui tarekat shattariyah (Syekh Burhanuddin Ulakan)- 1646-1704.

Ditambahkan, lebih memperkuat bukti keberadaan Masjid terdahulu, pada 1803 para Tuanku-Tuanku di Minangkabau sudah mendirikan Masjid sebagai tempat beribadat.

“Para Tuanku yang mendirikan Masjid adalah Haji Miskin, Haji Piobang dan Haji Sumanik. Lebih jelasnya kita bisa membuka kembali sejarah pulangnya ketiga ulama tersebut dari Makah, Arab Saudi pada tahun 1803,” ucapnya.

“Selain itu, kita juga bisa melihat awal perkembangan kerajaan Melayu dan Pasai. Di sana ada beririsan sejarah masuknya Islam ke Minangkabau,” sambung Wako.

Sebagaimana diberitakan beberapa media, Masjid Jamik atau lebih dikenal Surau Gadang yang terletak di persimpangan By Pass, Gulai Bancah dan Sarojo Mandiangin Koto Selayan (MKS) Kota Bukittinggi itu diresmikan pembangunannya kembali. Pembangunan kembali (renovasi) masjid, ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah Jumat (3/12/2021)

Peletakan batu pertama renovasi Surau Gadang itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi, sejumlah anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, ketua LKAAM Bukittinggi Syahrizal Dt Palang Gagah dan para tokoh masyarakat lainnya. (aef)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *