![Ketua KONI Kota Padang, Yusra Syarif bersama Wali Kota Padang, Hendri Septa. [foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2022/01/IMG-20220112-WA0001.jpg)
Yusra mengatakan bahwa secara pribadi sangat mendukung kegiatan tersebut, namun secara organisasi Dia bersama pengurus lain tidak bisa memberikan dukungan. Hal ini disebabkan, kejuaraan tersebut tidak ada berkomunikasi maupun berkoordinasi dengan KONI maupun organisasi induk kesatuan cabang olahraga yang di perlombakan.
“Secara pribadi saya sangat mendukung kejuaraan itu, tapi secara organisasi tidak. Karena ada prosedur dan ketentuan yang harus diikuti. Selain itu juga ada etika dalam berorganisasi, jangan sebar hoax seolah-olah kami tidak mendukung. Sebab apapun event-nya harus ada aturan atau prosedur yang harus dilalui, jangan suka-suka saja, pakai etika organisasi dan sosialnya,” ujar Yusra Selasa,(11/1).
Menurutnya, dalam organisasi, koordinasi dan komunikasi itu penting, apalagi ini merupakan ajang untuk menunjukkan kemampuan dan peningkatan prestasi bagi atlet. Jika ini tidak terlaksana bahkan tidak direkomendasikan, tentu prestasi yang diraih atlet tidak diperhitungkan.
“Kasihan atlet, dapat prestasi namun tidak diakui PRSI kota Padang. Sebab kalau ada kejuaraan tentunya yang merekomendasi atlet adalah induk organisasinya, dalam hal ini Persatuan Renang Selurih Indoneaia (PRSI) Kota Padang,” katanya.
Sementara itu Erizal Syaf mengatakan, sebenarnya persoalannya terletak pada komunikasi dan koordinasi. Ditambah dengan beredarnya kabar tidak benar yang akan menyudutkan KONI.
“Dalam berorganisasi, ada aturan yang harus diikuti. Ada ‘bajanjang naiak, batanggo turun’. Jangan memutar balik fakta atau mengadu domba. Harus ada etika dalam organisasi itu,” katanya. (pzv)
![Ketua KONI Kota Padang, Yusra Syarif bersama Wali Kota Padang, Hendri Septa. [foto : ist]](https://datalama.scientia.id/wp-content/uploads/2022/01/IMG-20220112-WA0001.jpg)
Tinggalkan Balasan