![Wali Kota Bukittinggi Erman Safar saat menggelar silaturahmi bersama para Ninik Mamak Kurai se Bukittinggi di pendopo rumah dinasnya. Rabu (3/2) [foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2022/02/IMG-20220203-WA0000.jpg)
“Untuk pembangunan infrastruktur yakni pembuatan awning di Jalan Minangkabau yang nantinya menjadi kawasan Night Market (Pasar Malam). Kemudian pembangunan tahap I Pasar Lereng, menjadi kawasan kuliner malam (Stasiun Street Food), pembangunan Gerbang Budaya, rehabilitasi taman depan kantor DPRD, dan pengembangan kawasan Benteng Fort de Kock. Selanjutnya pemanfaatan lokasi eks Lapas sebagai sentra penjualan produk-produk khas daerah dan city branding Bukittinggi,” ujar Wali Kota Bukittinggi Erman Safar saat menggelar silaturahmi bersama para Ninik Mamak Kurai se-Kota Bukittinggi di pendopo rumah dinasnya. Rabu, (3/2).
Sedangkan untuk pembangunan non infrastruktur yaitu Tabungan Utsman sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat. Hal itu diperkirakan dapat membantu sekitar 7 ribu pelaku UMKM di Kota Jam Gadang tersebut.
“Program ini digulirkan melalui BPR Jam Gadang dan tanpa agunan. Segala biaya ditanggung Pemko,” kata Erman.
Sementara itu, Erman juga menyebut bahwa Pemko Bukittinggi telah merealisasikan beberapa program yang dapat meringankan beban masyarakat. Di antaranya, memberikan bantuan pendidikan bagi siswa SMA/SMK dan bantuan tambahan penghasilan kepada guru honorer tingkat SLTA.
“Oleh karena itu, Pemko hadir dalam meringankan beban yang dipikul masyarakat. Apalagi saat ini di Kota Bukittinggi mengalami perlambatan ekonomi, yang juga minus 1,74 persen pada 2020. Dan berdasarkan data DTKS tahun 2020, jumlah penduduk miskin bertambah menjadi 33 ribu jiwa,” sebutnya. (aef)
![Wali Kota Bukittinggi Erman Safar saat menggelar silaturahmi bersama para Ninik Mamak Kurai se Bukittinggi di pendopo rumah dinasnya. Rabu (3/2) [foto : ist]](https://datalama.scientia.id/wp-content/uploads/2022/02/IMG-20220203-WA0000.jpg)
Tinggalkan Balasan