![Suasana KOICA For Kids melalui Zoom Meeting. Sabtu, (5/2) [foto : screenshot]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2022/02/IMG-20220205-WA0016.jpg)
Koordinator Koica For Kids, Irfan Syahrudin menargetkan 1.000 anak yang berada di wilayah rawan bencana di Indonesia dapat mengenali dan teredukasi langkah aman saat terjadinya bencana. Baik itu bencana alam maupun bencana non alam.
Pria yang akrab disapa Ume ini juga mengatakan, program tersebut dilaksanakan di 5 Provinsi di Indonesia, yaitu DI Yogyakarta, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Bali, dan terakhir dilaksanakan di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
“Koica For Kids Sumbar kita laksanakan secara daring (online) untuk siswa-siswi kelas 4,5, dan 6 di SD Islam Excellent Plus dan SDN 02 Percobaan Kota Bukittinggi,” ujar Irfan Syahrudin kepada Scientia.id.
Selain itu, Ketua PMI Sumbar Aristo Munandar mengatakan, metode edukasi seperti ini menurutnya adalah metode yang tepat untuk diterapkan kepada anak-anak. Dimana disituasi pandemi ini, anak-anak sangat membutuhkan media belajar yang menarik.
“Kalau edukasi ini diberikan sejak usia dini, Mudah-mudahan akan selalu teringat sampai mereka dewasa” kata Aristo Munandar usai menyaksikan keseruan siswa-siswi mengikuti rangkaian kegiatan Koica For Kids secara virtual.
Menurut Aristo Munandar, Koica for Kids juga membantu PMI mempersiapkan kader relawan kemanusiaan untuk masa yang akan datang.
“Karena siswa-siswa sekolah dasar dapat dikategorikan kepada Palang Merah Remaja (PMR) Mula”, terang Ketua PMI Sumbar.
Aristo berterimakasih kepada Koica dan PMI Pusat yang telah memilih Sumatera Barat menjadi tempat untuk menyelenggarakan program Koica For Kids.
“Terimakasih juga kepada pihak sekolah dan PMI Bukittinggi yang telah bekerjasama dengan baik mensukseskan kegiatan ini” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Islam Excellent Plus, Rika Sasriyanti sangat bangga dengan adanya kegiatan tersebut, karena sekolah yang dipimpinnya menjadi salah satu pilihan PMI dalam melaksanakan KOICA. Ia bersyukur siswa-siswinya diberikan pemahaman tentang pencegahan penyebaran Covid-19, kesiapsiagaan bencana dan pertolongan pertama pada luka bakar dan luka lecet serta lebam, yang mana sangat rentan terjadi pada anak-anak.
“Meskipun hanya bertemu secara virtual, anak-anak sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan sampai akhir. Apalagi materinya juga dikemas dalam bentuk permainan, anak-anak menjadi semakin semangat”, ungkap Rika
Rika berharap dengan ilmu yang didapat hari ini, siswa-siswinya menjadi semakin mandiri. Mampu menyelamatkan diri apabila terjadi musibah atau bencana serta tanggap menolong teman dan sekitarnya. (Red)
![Suasana KOICA For Kids melalui Zoom Meeting. Sabtu, (5/2) [foto : screenshot]](https://datalama.scientia.id/wp-content/uploads/2022/02/IMG-20220205-WA0016.jpg)
Tinggalkan Balasan