Bupati Hamsuardi berdialog bersama korban gempa di Jorong Timbo Abu, Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Pasaman Barat. Minggu, (6/3) [foto : ist]

Warga Pengungsi Korban Gempa Pasbar Mulai Terserang Penyakit

Bupati Hamsuardi berdialog bersama korban gempa di Jorong Timbo Abu, Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Pasaman Barat. Minggu, (6/3) [foto : ist]
Bupati Hamsuardi berdialog bersama korban gempa di Jorong Timbo Abu, Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Pasaman Barat. Minggu, (6/3) [foto : ist]
Pasbar, Scientia– Warga pengungsi di Simpang Timbo Abu Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) mulai terserang penyakit gatal-gatal dan batuk pilek beberapa hari terakhir. Setiap harinya terdapat sekitar 10 orang warga yang datang ke posko pengobatan mengeluhkan penyakit yang dirasakannya.

“Benar, pengungsi banyak datang keposko pengobatan dengan keluhan gatal-gatal, batuk, serta pilek,” ujar Bupati Pasaman Barat melalui petugas posko kesehatan Simpang Timbo Abu, dr Gina Alecia. Minggu (6/3)

Gina menyebutkan, penyakit yang terbanyak dikeluhkan warga yaitu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang ditandai dengan gejala batuk, pilek, dan demam.

“Berdasarkan data hingga Jumat (4/3) lalu penyakit yang paling banyak adalah ISPA, sebanyak 334 kasus,” kata Gina yang juga merupakan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan setempat.

Gina mengatakan, sejauh ini masyarakat yang memiliki keluhan penyakit tersebut masih dapat teratasi dengan obat-obat yang tersedia.

“Sementara ini obat-obatan masih tersedia dan tidak ada kendala,” katanya.

Gina juga menyampaikan, pihaknya sudah membuka posko pelayanan kesehatan sejak posko pengungsian ini ada pasca gempa Jumat (25/2) lalu.

Selain itu, Ketua Pemuda Simpang Timbo Abu, Dodi mengatakan pengungsi hingga saat ini masih bertahan di tenda pengungsian.

“Ada sekitar 56 tenda dengan 130 kepala keluarga pengungsi yang masih bertahan. Anak-anak sekitar 107 orang, 17 orang bayi dan ibu hamil 4 orang,” katanya.

Untuk kebutuhan logistik pengungsi sudah terpenuhi hingga saat ini baik dari bantuan pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan sumbangan para dermawan. (Idn)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *