
Natuna, Scientia – Rapat Pimpinan Nasional Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) yang digelar di Batam, keluarkan rumusan peran pers nasional dalam merawat perbatasan Indonesia, terutama di Natuna.
Bagi JMSI, hakikat pers adalah suluh penerangan perjalanan umat manusia dalam membangun peradaban. Sikap tersebut dituangkan ke dalam naskah Deklarasi Natuna.
Masyarakat pers nasional memiliki tanggung jawab yang besar dan peran yang sangat penting dalam menjaga kedaulatan dan perbatasan negara.
Indonesia merupakan negara maritim yang berada di posisi strategis dalam percaturan laut dunia. Sementara itu, Kepulauan Natuna dan Kepulauan Riau merupakan pintu gerbang Nusantara.
“Oleh karenanya kita rawat dan kita jaga,” kata Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa ketika membacakan naskah Deklarasi Natuna, di Geopark Information Center Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (22/03).
Ia juga mengatakan sejarah negeri-negeri di Kepulauan ini adalah sejarah kejayaan dan masa keemasan Nusantara di masa lalu. Untuk itu, ia mengajak seluruh anak bangsa mempertegas kembali tekad untuk bersama-sama memperjuangkan wilayah perbatasan.
“JMSI bertekad menjadi faktor yang memperkokok kedaulatan, persatuan dan kesatuan bangsa dengan menghasilkan karya yang profesional yang mengikuti kaidah jurnalistik,” katanya.
Pembacaan naskah Deklarasi Natuna itu dihadiri oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad. Ia menyampaikan media siber menjadi arus utama informasi masyarakat di Natuna.
“Media siber yang memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi relatif lebih bisa diterima masyarakat di wilayah perbatasan,” katanya.
Teguh Santosa juga didampingi unsur pimpinan Kabupaten Natuna, serta dua fungsionaris Pengurus Pusat JMSI, Ramon Damora dan Faisal Mahrawa. (pzv)

Tinggalkan Balasan