Aktivis Muda Sumbar Rifki Fernanda Sesalkan Spanduk Memojokkan LKAAM Sumbar

Foto Aktivis Muda asal Sumatera Barat, Rifki Fernanda Sikumbang, beberapa waktu lalu.

Padang, Scientia – Aktivis muda asal Sumatera Barat, Rifki Fernanda Sikumbang menilai spanduk yang memuat ‘LKAAM Urus Saja Adat-Jangan Berpolitik’ dapat memperburuk citra adat Minangkabau di mata nasional.

Viral, spanduk itu terpampang di Jalan depan gedung DPRD Sumbar, Senin, 21 Maret lalu. Spanduk tersebut tanpa diketahui mewakili siapa atau lembaga apapun. Spanduk itu sebesar sekitar 3×1 meter.

“Ini tindakan konyol. Memojokkan dan berbahaya. Kalau punya masalah dengan Bapak Ketua LKAAM (Fauzi Bahar Datuak Nan Sati) misalnya, tinggal diselesaikan dengan bermusyawarah,” kata Rifki geram.

Wasekjen DPP KNPI yang diketuai Haris Pertama ini beranggapan spanduk itu muncul buntut dari pernyataan Ketua LKAAM Sumbar dalam menanggapi perkataan Menag RI soal suara azan beberapa waktu lalu. Menurutnya, itu bagian menjaga adat yang basandi syarak-syarak basandi Kitabullah.

“Bagi saya pun gelar Datuak adalah jabatan politik dalam arti orang yang bertanggungjawab atau memimpin atas kelangsungan adat di Minangkabau. Barangkali ini karena menyinggung pejabat pemerintahan tersebut,” katanya.

Ia berharap tindakan serupa tak terjadi lagi di Miangkabau, apalagi kalau dilakukan oleh para pemuda. Penghormatan kepada sosok Datuak dan lembaga adat harus menjadi kewajiban tersendiri bagi orang Minangkabau.

“Saya yakin dan percaya bahwa masyarakat Sumbar sudah memahami kondisi yang terjadi hari ini, semoga ke depannya tidak terjadi lagi,” harap Rifki yang juga merupakan Ketua Umum Parik Paga NKRI. (sdq)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *