Median: Elektabilitas Prabowo Tertinggi Sebagai Capres 2024

Prabowo Subianto Ketum Partai Gerindra. Sumber: Wikipedia.
Prabowo Subianto Ketum Partai Gerindra. Sumber: Wikipedia.

Jakarta, Scientia.id –  Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih menempati elektabilitas tertinggi sebagai Calon Presiden 2024 mendatang. Hal tersebut sebagaimana hasil survei yang dilakukan Median pada tanggal 1 sampai 7 Maret 2022 di 34 provinsi di Indonesia. Survei tersebut dilaksanakan dengan jumlah responden yang diwawancarai 1.200 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling. Survei memiliki margin of error +- 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

“Sementara ini memang Pak Prabowo masih urutan nomor 1 dengan beberapa kandidat lain yang berdekatan suaranya,” ungkap Direktur Eksekutif Median Rico Marbun saat memaparkan hasil survei, pada Selasa 29 Maret 2022.

Prabowo Subianto menempati urutan pertama top of mind sebagai Calon Presiden 2024 yakni 19,1 persen, setelah itu disusul Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 13,8 persen, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 11,3 persen dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono 5,1%.

Tokoh-tokoh lain seperti Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil hanya memperoleh dukungan 3,8 persen, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno 3,0 persen, Menteri BUMN Erick Thohir 1,5 persen, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto 1,5 persen, Ketua DPR RI Puan Maharani 1,2 persen. Tokoh-tokoh lain selain itu hanya memperoleh dukungan sekitar 1 persen atau kurang dari 1 persen.

Pengamat politik dari Prodi Ilmu Politik FISIP UPN Veteran Jakarta Danis T Saputra W, M.IP menyampaikan bahwa Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto bukan tidak ada tantangan untuk maju sebagai Calon Presiden.

“Komentar saya, sebagai tokoh publik sentimen negatif adalah hal wajar, tapi semua butuh bukti, saya melihat Prabowo telah bekerja baik untuk bangsa ini dengan segala kekurangannya,” ujar Danis T Saputra W, M.IP.

Lebih jauh Direktur Indodata itu juga berkomentar bahwa “Di dalam politik, faksionalisasi adalah hal wajar, kekecewaan dan konflik adalah bukti bahwa kerja politik bergerak, dan semua keluhan adalah proses kontrol politik.”

Selain itu menurut Danis T Saputra W, M.IP., Prabowo masih merupakan tokoh yang kuat karena di Partai Gerindra sendiri Prabowo merupakan tokoh utama.

“Sentralisasi prabowo di dalam tubuh Partai Gerindra terlalu kuat,” ujar Danis.

Dengan demikian sampai saat ini peluang Prabowo Subianto untuk menjadi Calon Presiden pada tahun 2024 masih kuat. Namun keterpilihan seorang calon presiden tidak hanya ditentukan oleh ketokohan tetapi juga oleh modal politik lainnya seperti modal finansial, dukungan partai politik, dan komposisi wakil presiden yang mendampinginya. (*)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *