
Solsel, Scientia – Kabupaten Solok Selatan merupakan satu-satunya kabupaten di Sumbar yang mendapat bantuan 1000 ekor sapi dari Kementerian Pertanian.
Hingga saat ini, sebanyak 500 ekor sapi sudah sampai di lokasi. Sisanya, 500 ekor induk sapi lagi akan datang pada Oktober mendatang.
Sapi yang sudah sampai di Solsel diperuntukkan lima kelompok tani. Masing-masingnya mendapat 100 ekor untuk dikelola.
Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy, saat berkunjung ke lokasi, Kecamatan Sangir, mengatakan bantuan ini bagian program pengembangan desa korporasi sapi yang digagas Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan sejak 2021 lalu.
“Ini yang pertama, diharapkan nanti dapat meningkatkan populasi sapi. Setelah ini kita harus fokus pada ketersediaan pakannya,” katanya.
“Harus dijaga juga kebersihannya, karakteristik dan pola makannya serta pembiakkannya,” pesan Audy.
Sementara itu, Ketua Koperasi Sangir Serumpun Sejahtera Taufik selaku yang menanungi kelima kelompok tani penerima bantuan menjelaskan sapi berjenis Simental, Peranakan Ongole, Frisian Holstate, dan Brahman.
Sejauh ini, kata Taufik, pakan sapi masih mengandalkan rumput dan konsentrat yang ada di Solsel secara mandiri atau swadaya.
Menambah pendapatan, kotoran sapi sudah dapat diolah menjadi pupuk. Hingga saat ini, 5 ton per bulannya.
Untuk itu, ia berharap Pemprov membangun rumah kompos agar produksi pupuk hasil kotoran sapi jadi lebih optimal.
“Kita meminta dukungan pada pemerintah untuk pembangunan rumah kompos bagi para kelompok tani,” katanya. (pzv)

Tinggalkan Balasan