Waket NU Dharmasraya: Islam Agama Damai

Wakil Ketua NU Dharmasraya Muhammad Arif.

Dharmasraya, Scientia – Wakil Ketua Pengurus Nahdlatul Ulama Kabupaten Dharmasraya, Ust Muhammad Arif sampaikan ceramah tentang Islam agama cinta damai.

Hal ini disampaikan Ust. Muhammad Arif dalam kegiatan Safari Ramadan di Masjid Nurul Huda Nagari Silago Kecamatan Sambilan Koto, Kamis malam (21/4).

Ia mengatakan fenomena di Kabupaten Dharmasraya saat ini menyangkut persoalan data yang dikeluarkan oleh Humas Polri tentang adanya dugaan kelompok Negara Islam Indonesia (NII) yang berjumlah 883 orang di Ranah Cati Nan Tigo.

“Jumlah ini cukup besar maka dari itu kita harus berhati-hati terhadap kelompok yang ingin memecah bela dan merubah haluan negara kita serta waspada dan memperhatikan setiap orang yang keluar masuk di daerah kita masing-masing,” katanya.

Arif menambahkan paham yang dibawah kelompok ini terduga radikalisme dengan gerakan bertopeng agama dengan merekrut kebanyakan anak muda yang minim pengetahuan agamanya sehingga suatu saat bisa saja melakukan aksi teror.

“Kita bisa berkaca kepada kejadian aksi teror di Polres Dharmasraya pada tahun 2017 kemarin” ucapnya.

Agama Islam dan tentu juga agama lainnya, kata Arif, tidak ada yang mengajarkan kekerasan, apalagi teror. Menurutnya, kekerasan pada keluarga sendiri saja tidak diperbolehkan, apalagi terhadap orang lain.

“Islam merupakan agama cinta kasih yang mewujudkan peradaban kemanusiaan. Ini yang harus kita luruskan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Sambilan Koto, Hj. Irmandes mengatakan persoalan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja dan harus kita selesaikan secara bersama-bersama.

“Nahdatul Ulama Kabupaten Dharmasraya terus bergerak dari mesjid ke mesjid di Kecamatan yang ada di Kabupaten Dharmasraya sebagai bentuk menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia”

Irmandes berharap dengan ada nya jalinan kerjasama seluruh stakeholder insya allah persoalan ini cepat teratasi dan tidak ada lagi saling menyalahkan aqidah masing-masing. (tnl)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *