
Padang, Scientia – Hari ini, Kamis 28 Maret merupakan hari Keterbukaan Informasi Nasional. Sejumlah tokoh hadir dalam perayaan hari tersebut di Komisi Informasi Sumbar.
Oleh karenanya, ia meminta KI Sumbar bergerak masif mensosialisasikan UU dan Perda di Sumbar tentang keterbukaan informasi.
“Kita minta KI Sumbar bukan hanya gelar sidang sengketa informasi tetapi juga bergerak memberikan pemahaman kepada seluruh elemen di Sumbar,” katanya.
“Transparansi ini untuk menangkal korupsi, OPD dan badan publik yang ada harus menjalankan transparansi,” katanya politisi Demokrat ini.
Hadir juga anggota Komisi I DPRD Sumbar Desrio Putra. Ia mengatakan siap mendukung anggaran pelaksanaan transparansi di Sumbar.
“KI Sumbar ujung tombak transparansi, kita harus melakukan pemerataan keterbukaan informasi di badan publik,” katanya.
Sementara itu, Ketua KI Sumbar Nofal Wiska mengatakan, Sumbar memang masih rendah semangat transparansinya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pejabat pemerintah yang diadukan ke lembaganya.
“PPID masih malas terbuka informasi, lalai dalam memberikan hak tahu untuk bagi masyarakat, banyak yang kita sidang sengketakan, ada puluhan lebih,” katanya.
“Semoga semua stakeholder sadar transparansi agar Sumbar dapat menuju Provinsi Informatif,” harapnya.
Sedangkan, Kepala dinas Diskominfotik Sumbar Jasman Rizal menampik lalainya pejabat dalam transparansi. Ia berjanji akan mendesak pejabat di Pemprov Sumbar akan menyerahkan laporan keterbukaan informasi.
“Kita Sumbar terbuka. Ada indikator lain yang bikin lalai sebenarnya,” katanya. (pzv)

Tinggalkan Balasan