
Padang Pariaman, Scientia – Museum Perang di Sintuk, Kabupaten Padang Pariaman gelar Pekan Kreativitas Museum, Rabu (11/5/2022).
Gelaran itu akan mempertontonkan benda-benda sejarah, seperti barang-barang peninggalan dan arsip-arsip sejarah tentara pada masa penjajahan Belanda di Sintuk tahun 1957-1949 serta dokumentasi perjuangan para pahlawan terdahulu.
Peninggalan itu seperti senjata Minangkabau tombak, panah beracun, trisula, kerambik, dan benda sejarah lain seperti teko, cerek abad ke-19, lampu padati, kotak penyimpanan sungai pua dari bahan kuningan, ukiran Minang, selapah runci, buku sejarah dan beberapa peninggalan sejarah lainnya.
Selain pameran itu, Museum Perang Sintuk juga memberikan materi adat oleh Ninik Mamak setempat dan akan menampilkan Randai. Terakhir, acara akan ditutup dengan Salawat Dulang.
Kepala Museum Perang Sintuk Rio Tampati Putra mengatakan tujuan kegiatan ini untuk mengenang jasa para pahlawan Indonesia khususnya Nagari Sintuk yang telah berjasa mengusir para penjajah.
“Ini juga untuk memupuk dan menanamkan rasa cinta tanah air pada generasi muda terhadap sejarah dan adat budaya Minangkabau,” katanya.
Ketua pelaksana Afandi mengatakan kegiatan ini didukung oleh Dinas Kebudayaan, pemuda/i, ninik mamak, alim ulama, perantau dan perangkat-perangkat Nagari setempat.
“Untuk persiapan kegiatan ini lebih kurang satu bulan, tuturnya. (mw)

Tinggalkan Balasan