
Dharmasraya, Scientia – Salah seorang petani kelapa sawit Dharmasraya Awalludin (45) mengeluh lantaran harga jual Tandan Buah Segar Kelapa Sawit di Kabupaten Dharmasraya anjlok, Kamis (12/5/2022).
Kata Awalludin, hingga saat ini harga kelapa sawit yang ada di kalangan petani hanya berkisar Rp2 ribu per kilogramnya.
Itu pun, kata Awalludin, para pembeli sawit ke petani (Tengkulak) mampu membeli harga sebesar itu, jika menjualnya kembali ke pabrik sawit yang ada di Solok Selatan, bukan ke pabrik di Dharmasraya sendiri.
Info terkini, kata Awalludin, pihak pabrik juga menyetop kelapa sawit dari Dharmasraya karena sudah melebihi daya tampung.
“Sudahlah harga murah, pabrik juga susah menerima sawit lagi,” kata petani sawit Kecamatan Asam Jujuhan ini.
Sebelumnya, pada pertengahan puasa, harga sawit di kalangan petani mencapai Rp3 ribu bahkan lebih per kilogram.
Bagaimana dengan pabrik sawit yang ada di Kabupaten Dharmasraya sendiri?
Awalludin mengatakan, pabrik sawit Dharmasraya sudah beberapa waktu tidak menerima sawit petani lepas. Ia hanya menerima sawit dari lahan inti perusahaan sendiri. Jika ia akan membeli sawit petani, ia akan membeli dengan harga lebih rendah dari itu.
“Kalaupun ada yang terima/beli buah petani, mereka memberi harga sekehendak perut mereka,” katanya.
Awalludin berharap pemerintah dapat mengatasi hal ini agar tidak mengecilkan pendapatan masyarakat petani.
Ia pun geram dengan sikap Pemerintah daerah yang dinilainya belum melakukan tindakan pencegahan maupun penindakan apa-apa.
“Kalau pabrik sawit di Dharmasraya membeli harga terlalu murah maka itu sama dengan membangkang harga standar pemerintah, dan patut ditindak lanjuti,” katanya.
Dikatakannya, harga kelapa sawit standar pemerintah seperti harga pertengahan puasa lalu yang berkisar Rp3 ribu atau lebih.
“Sudah hampir tiga Minggu, belum terlihat peran pemerintah maupun DPRD-nya,” kata Awaluddin.
“Jangan sawit kami dihargai Rp1 ribu per kilo nantinya karena petani tentunya tetap menghasilkan sawit sementara pabrik semakin sedikit menerima sawit,” katanya. (tnl)

Tinggalkan Balasan