![Suasana pembuangan tabuik ke laut di Pantai Gandoriah, Kota Pariaman. Minggu, (14/8) [foto : Ajo]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220814-WA00132.jpg)
Berdasarkan pantauan Scientia dilapangan, pada saat pengantarannya, dua Tabuik yang akan dibuang, di hoyak atau digoncang anak-anak Tabuik dengan diiringi gendang tasa. Irama gendang itu juga disambut goyangan dari pengunjung yang datang.
Di perjalanan, Tabuik sering “Tagak -Duduak (rebah-berdiri), karena ada beberapa kabel listrik yang melintang di jalan. Sehingga, ukuran Tabuik yang tinggi, mengenai kabel listrik tersebut dan menghambat kelancaran perjalanan Tabuik.
Dengan usaha dan upaya yang kuat, akhirnya anak-anak tabuik bisa menggitong tabuik hingga Pantai Gandoriah sekitar pukul 15.00 WIB. Sebelum dibuang, Tabuik diparkirkan di dekat pentas untuk dilepas oleh pemerintah setempat.
Selain itu, menjelang pembuangan tabuik, ada beberapa pertunjukan budaya yang ditampilkan. Pertama tari kolosal dan parade gendang tasa oleh 50 orang pelajar.
Sementara itu, Tabuik dibuang ke laut sekitar pukul 18.00 WIB yang disaksikan ratusan ribu pengunjung yang hadir di area pantai. Setelah Tabuil dibuang, pengunjung juga mengambil bagian-bagian tabuik untuk dibawa pulang. (Ajo)

Tinggalkan Balasan