Suasana pengunjung saat puncak festival budaya hoyak tabuik tahun 2022. Minggu, (14/8) [ foto : Sci/Ajo)

Akses Internet di Lokasi Puncak Festival Hoyak Tabuik Sangat Lelet

Suasana pengunjung saat puncak festival budaya hoyak tabuik tahun 2022. Minggu, (14/8) [ foto : Sci/Ajo)
Suasana pengunjung saat puncak festival budaya hoyak tabuik tahun 2022. Minggu, (14/8) [ foto : Sci/Ajo)
Pariaman, Scientia – Pengunjung yang datang menghadiri puncak festival budaya hoyak tabuik di Pantai Gandoriah, Kota Pariaman kesulitan melakukan akses internet saat kegiatan berlangsung. Pasalnya, jaringan internet di lokasi sangat lelet, sehingga pengunjung tidak bisa menyiarkan secara langsung momen berharganya melalui laman media sosial yang dimiliki. Minggu, (14/8)

Salah seorang pengunjung, Rafki mengatakan, saat dirinya hendak mengakses media sosialnya, ternyata internet berjalan sangat lambat. Menurutnya, hal ini disebabkan karena ramainya pengguna yang datang, dan pada umumnya menggunakan internet.

“Akses internet sangat lambat, sulit bagi saya untuk melakukan siaran langsung serta mengakses media sosial. Dan terpaksa siaran langsungnya ditunda tahun depan jika pada iven besar seperti ini ketersediaan jaringan internet diperbaiki pihak terkait,” ujar Rafki.

Rafki menyebut bahwa kondisi internet yang lelet pada puncak perhelatan iven Tabuik tidak terjadi kali ini saja, melainkan juga pada tahun-tahun sebelumnya. Apalagi saat ini kata Rafki, internet merupakan salah satu kebutuhan penting.

“Sangat disanyangkan, sekarang sudah zamannya digitalisasi, sebagian besar aktivitas menggunakan internet. Terutama bagi awak media yang mengejar waktu tayang kontennya,”

Senada dengan itu, salah satu pengunjung lain, Budi mengatakan, dari pagi hingga siang, akses internet masih normal. Namun setelah itu, sampai perhelatan puncak hoyak tabuik digelar, dirinya sangat sulit melakukan akses internet.

“Ya mau gimana lagi, kondisinya sudah seperti itu. Padahal banyak momen-momen yang ingin saya bagikan kepada awak dunia maya secara langsung,” kata Budi. (Ajo)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *