Festival Famalayu Hadirkan Orkes Taman Bunga Hibur Pengunjung

Dharmasraya, Scientia – Orkes Taman Bunga hibur pengunjung Festival Pamalayu di Komplek Candi Padang Roco, Nagari Siguntur. Kamis malam, (18/8)

“Ayo Dharmasraya, kita hangatkan,” teriak seorang personil Orkes Taman Bunga dari atas panggung.

Pantauan Scientia di lokasi, pengunjung terhibur, juga banyak yang bergoyang di dekat panggung. Salah satunya, Al Fajri, sambil bergoyang dia menggambarkan kemeriahan acara ini kepada Scientia.

“Asik, Dharmasraya malam ini cerah, cuma hati yang kurang cerah,” ujar Fajri

Al Fajri, menurut penuturannya, hadir ke acara panggung hiburan ini karena ingin melihat secara langsung penampilan Orkes Taman Bunga.

Akses ke lokasi dia tempuh menggunakan ponton, transportasi mirip perahu sederhana untuk menyebrangi sungai. Kapasitas penumpang yang terbatas membuat orang berbondong-bondong menaiki ponton, seperti yang digambarkan Al Fajri.

“Maklum kapasitasnya terbatas untuk kendaraan roda dua,” tuturnya.

Jarak parkir menuju panggung hiburan berjarak lebih kurang sekitar 500 meter dengan berjalan kaki.

Al Fajri memiliki harapan acara hiburan seperti ini harus terus digalakkan, “Harapan kepada pemerintah daerah untuk terus memberi kesempatan lebih banyak kepada musisi lokal tampil di event resmi seperti ini,” katanya.

Sementara itu, Wali Nagari Siguntur, Hamdan mengucapkan terima kasih kepada pemkab Dharmasraya yang mengadakan kegiatan di Nagari Siguntur.

“Dengan adanya Festival Pamalayu ini mendongkrak perekonomian masyarakat Siguntur,” kata Hamdan.

Waktu ke depan, masih menurut Hamdan, Nagari Siguntur akan dijadikan Nagari Adat dan Budaya.

“Untuk ini tentu pembangunan akan terus digalakkan di Siguntur termasuk di areal lokasi Candi Pulau Sawah dengan membangun museum,” jelasnya.

Untuk menjadikan Nagari Siguntur sebagai Nagari Adat dan Budaya, Hamdan akan memperkuatnya dengan peraturan nagari.

“Baliak ka Adat Lamo Pusako Usang itu lah tujuan dari Nagari Adat dan Budaya. Nanti semuanya makin terasa hidup banagari termasuk tatanan kehidupan sosial zaman saisuak akan pugar kembali,” sampainya.

Hamdan meminta kepada bupati agar akses jalan di Nagari Siguntur menuju tempat peninggalan prasasti sejarah Candi Pulau Sawah dan Candi Padang Roco diperbaiki, di samping meminta pemda memberi tiang penenrangan sebanyak 60 buah di areal jalan menuju lokasi tersebut karena masyarakat sudah banyak membangun rumah. (tnl)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *