Suasana Festival Solo Song di Taman Pucuak Merah. Sabtu, (27/8) [foto : ist]

Kemeriahan Festifal Solo Song di Taman Pucuak Merah Bernuansa Islami

Suasana Festival Solo Song di Taman Pucuak Merah. Sabtu, (27/8) [foto : ist]
Suasana Festival Solo Song di Taman Pucuak Merah. Sabtu, (27/8) [foto : ist]
Padang, Scientia – Kemeriahan Festival Solo Song di Taman Pucuak Merah, Gunuang Pangilun, Kota Padang tidak hanya terlihat melalui lagu-lagu yang dibawakan peserta saat lomba. Kemeriahannya juga ditambah dengan adanya nuansa islami oleh hampir semua peserta.

Hal ini terlihat, pada saat masuknya waktu salat perserta tersebut langsung bergegas mengambil wudu dan salat berjamaah. Pelaksanaan salat berjamaah di imami langsung oleh Owner Taman Pucuak Marah, Wahyu Iramana Putra.

“Di sini memang kita mewajibkan kepada pengunjung, staf dan pegawai menghentikan segala aktivitas saat azan berkumandang. Mereka diwajibkan melaksanakan salat secara berjamaah,” ujar Wahyu Iramana Putra (WIP). Sabtu, (27/8)

WIP mengatakan, sebagai pengusaha muslim, dia meyakini bahwa rezeki itu datang dari Allah SWT. Dia selalu mengajak agar staf dan pegawai selalu melaksanakan salat 5 waktu sehari semalam.

“Selain sebagai tempat hiburan dan kuliner, kita tetap memperhatikan aspek religi. Sebab semua datang dari Allah dan harus disyukuri dengan melaksanakan kewajiban sebagai muslim,” katanya.

Festival yang bekerjasama dengan Tanam Pucuak Merah, juga menjadi perhatian bagi Wahyu Iramana Putra. Perhatian itu ditunjukan dengan menyediakan bonus tambahan bagi pemenang lomba.

“Saya siap menyuport lahirnya penyanyi asal Minang, apakah itu oleh Forkasmi atau Parfi. Termasuk lomba-lomba band atau apa, tapi dengan syarat, saya tidak mau ada yang asusila, narkoba, alkohol dan bentuk maksiat lainnya. Itu pantangan bagi kami di sini,” tegas Wahyu.

Dia berharap, kegiatan ini dapat menjadi ajang pengembangan bakat generasi muda dalam hal bernyanyi. Kemudian, para senior dan penyanyi yang telah terkenal dapat membina generasi muda untuk menjadi penyanyi yang profesional.

“Mari kita jaga tempat ini bersama-sama. Jika ada kekurangan, silahkan disampaikan, nanti akan saya tingkatkan. Jika perlu area perlombaan yang lebih luas, akan kita siapkan, mungkin membuatkan stack agar terjadi suana yang lebih bagus,” katanya. (pzv)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *