Foto rombongan Himpaudi Sumbar. Selasa, (30/8) [foto : ist]

Perjuangkan Haknya, Himpaudi Sumbar Suarakan Aspirasi ke Ibu Kota Negara

Foto rombongan Himpaudi Sumbar. Selasa, (30/8) [foto : ist]
Foto rombongan Himpaudi Sumbar. Selasa, (30/8) [foto : ist]
Padang, Scientia – Sebanyak 120 orang rombongan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidika Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) se-Sumatera Barat menyuarakan aspirasinya ke Ibu Kota Negara, Jakarta. Mereka menolak penghilangan Tunjangan Profesi Guru dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang saat ini sedang digodok DPR RI.

“Kami ingin meminta perubahan RUU Sisdiknas yang sedang digodok oleh DPR RI saat ini. Sekaligus meminta pemerintah memberikan perhatian yang sama bagi guru PAUD seperti yang diberikan kepada perhatian setara dengan guru pendidikan formal, dosen, serta tenaga pengajar lainnya,” ujar Ketua rombongan Himpaudi Sumbar, Pun Ardi.

Dia menjelaskan, selama ini perhatian pemerintah terhadap guru paud non formal tidak setara. Para guru hanya menerima honor sebanyak Rp250 setiap bulannya.

“Sebagai guru non formal, salah satu harapan kami terletak pada tunjangan untuk menambah biaya. Apalagi gaji yang kami terima, sangat kecil,” jelasnya.

Melihat itu, Gubenur Sumbar, Mahyeldi memberikan dukungan penuh terhadap kekuatan tekad guru Paud dalam memperjuangkan haknya. Ia melepas rombongan guru Paud untuk pergi ke Ibu Kota Negara.

Menurut Mahyeldi, perjuangan yang dilakukan guru Paud tersebut sangat wajar. Sebab, guru Paud adalah guru pertama bagi anak dalam meniti pendidikannya.

“Wajar jika pada hari ini guru PAUD memperjuangkan hak-haknya. Saya sebagai gubernur sangat mendukung. Insya Allah tanggal 31 nanti saya akan hadir di Jakarta,” kata Mahyeldi.

Dukungan serupa juga diberikan Bunda Paud Sumbar, Harneli Mahyeldi yang mengatakan bahwa dengan perjuangan tersebut, guru Paud mendapatkan hak konstitusi agar dapat sejajar dengan tenaga pendidik lainnya.

Sementara itu, perjuangan yang dilakukan guru Paud tersebut tidak terkalahkan oleh kondisi alam. Meski diguyur hujan deras, semangat mereka tidak luntur. (pzv)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *