
Tanah Datar, Scientia – Baru-baru ini Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar mengirim 9 orang dosen terbaik untuk mengikuti pendidikan doktor di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia.
Tujuannya untuk menguatkan visi UIN MY dalam mewujudkan SDM yang handal di bidang pendidikan.
Sehingga akan menjadikan UIN MY sebagai perguruan tinggi yang bereputasi secara global.
“Kami terus melakukan kolaborasi dengan perguruan tinggi di luar negeri. Yang diwujudkan melalui penandatanganan MoU untuk pelaksanaan program-program pendidikan yang mampu menghantarkan UIN sebagai perguruan tinggi islam berstandar global,” ujar Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Dr. Marjoni Imamora, M.Sc yang didampingi Wakil Rektor III, Dr. Sirajul Munir, M. Pd di Malaysia. Selasa, (4/10/2022)
Marjoni menjelaskan, dosen-dosen yang mengikuti program doktor di UPSI Malaysia, merupakan bagian kerja sama yang telah disepakati.
Nantinya, kesembilan dosen itu akan menjadi sektor utama untuk memberikan inovasi-inovasi dalam pengembangan pendidikan di UIN MY melalui kolaborasi dengan UPSI.
Marjoni menyebutkan, salah satu program kerja sama yang telah dilakukan yaitu mobility program dengan Universitas Kebangsaan Malaysia dan program pesisir di level S3 dengan UPSI.
“Ke depannya, kita juga ada beberapa program yang strategis untuk dilakukan bersama, seperti pertukaran mahasiswa magang, riset kolaborasi, publikasi penelitian bersama, dan seminar kolaborasi,” kata Marjoni.
Pilihan Tepat UIN Mahmud Yunus Batusangkar
Menurut Marjoni Imamora, kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri adalah pilihan yang tepat untuk pengembangan setiap program pendidikan.
Sebab Ia menilai, perguruan tinggi luar negeri selalu melakukan eksekusi kerja sama dengan cepat, sehingga tujuan pengembangan pendidikan juga bisa terlaksana dengan cepat.
Dengan adanya MoU tersebut, Naib Canselor UPSI Prof. Dato’ Dr. Md. Amin bin Md. Tafff dalam sambutannya mengatakan, pihakya akan memberikan kemudahan dan fasilitas kepada 9 orang calon Ph.D yang merupakan delegasi dari UIN MY Batusangkar.
Dia berharap, kemudahan itu bisa dimanfaatkan oleh semua delegasi secara baik untuk penyelesaian studi tepat waktu.
“Semoga kerja sama ini tidak hanya terlaksana pada beberapa program saja. Melainkan juga pada program-program lainnya,” tutup Dato’.
Sementara itu, kesembilan dosen UIN Mahmud Yunus Batusangkar yang mengikuti program doktor di UPSI akan bergabung dengan bebrapa dosen lainnya dari berbagai univeraitas di Indonesia.
Seperti UIN Suska Riau, UIN Sunan Gunung Djati dan UPI Bandung. (Ajo)

Tinggalkan Balasan