Peningkatan Kecerdasan Politik Pengurus Cabang Partai Baru pada Pemilu 2024

Padang, Scientia-Sabtu, 3 Desember 2022 pukul 09.00 WIB sampai selesai bertempat di Kantor Sekretariat Exco Partai Buruh Provinsi Sumatera Barat, Dosen Departemen Ilmu Politik Fisip Unand yang terdiri dari Ketua Ketua Program Studi S1 Ilmu Politik, Dewi Anggraini, M.Si., Ketua Tim Pengabdian, Drs. Tamrin, M.Si., Doni Hendrik, M.Soc.sc. serta 2 (dua) orang mahasiswa Departemen Ilmu Politik, Maulidhea Vasa dan Nadiva Salsabila. Pennyelenggaraan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertema “Peningkatan Kecerdasan Politik Pengurus Cabang Partai Politik Baru Pada Pelaksanaan Pemilu 2024. Kegiatan pengabdian dihadiri langsung oleh Doni Alferi, S.E. sebagai ketua EXCO Partai Buruh Sumatera Barat, Rini Merdekawati,AMd sebagai Wakil Sekretaris Partai Buruh dan didampingi juga oleh beberapa orang pengurus Partai Buruh

Kegiatan ini dibuka oleh Dewi Anggraini. Dalam pembukaannya, tim mengucapkan terima kasih kepada ketua dan pengurus Partai Buruh Sumbar yang telah menyediakan waktu dan tempat untuk kegiatan pengabdian ini. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 3 (tiga) orang Dosen Departemen Ilmu Politik dan merupakan kegiatan rutin yang dilakukan sebagai bagian pengabdian kampus kepada masyarakat. “Kita apresiasi kepada Partai Buruh yang telah menyediakan waktu di tengah-tengah kegiatan verifikasi faktual tahap 2 parpol oleh KPU dan kita lihat  bahwa banyak isu-isu buruh pada hari ini yang perlu mendapatkan perhatian lebih, misal masalah upah, Undang-Undang Omnibus Law, masalah hak-hak pekerja lainnya, termasuk hak cuti bagi buruh perempuan, upah yang sama antara buruh perempuan dan laki-laki, makanya isu-isu buruh menjadi menarik untuk diperbincangkan. Nah, kita berharap bahwa partai buruh tentu konsisten memperjuangkan masalah dan hak-hak buruh yang kompleks itu”.

Dalam pemaparannya, Doni Alferi menyampaikan bahwa “ di tengah-tengah keterbatasan SDM di Partai Buruh yang hanya memiliki 13 orang Komite Eksekutif (Exco provinsi), dan 4 orang juga berdomisili di luar Kota Padang, kita berharap bahwa dalam verifikasi faktual tahap 2 ini partai buruh lolos verifikasi dari KPU karena memang untuk verifikasi banyak syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh Partai Buruh, terutama terkait dengan keanggotaan partai”.

Dalam ulasannya, Ketua Exco Sumbar tersebut juga menyampaikan bahwa Partai Buruh dideklarasikan pada tanggal 1 Mei 2005 di Pekanbaru, Riau yang merupakan kelanjutan dari Partai Buruh Sosial Demokrat yang didirikan tanggal 1 Mei 2001 di Jakarta serta merupakan kelanjutan dari Partai Buruh dengan nomor Keputusan Kemenkumham RI No.M.HH.10.AH.11.01 tahun 2010 dengan tokoh pendiri adalah Prof. Dr. Muchtar Pakpahan dari Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI). “Kita memang melihat bahwa banyak persoalan-persoalan buruh hari ini, ada aturan yang tidak berpihak kepada buruh, misal omnibus law, system Outshorcing, upah buruh yang rendah, dll. Tidak ada kekuatan politik yang mendukung untuk itu, kita tergerak melakukan perjuangan itu dengan masuk ke dalam lembaga politik. Mudah-mudahan Partai Buruh lolos sebagai peserta pemilu tahun 2024”.

Dalam pemaparannya, ketua Tim Pengabdian juga menyampaikan harus ada perjuangan untuk merubah kondisi buruh, dan tentu saja perjuangan itu bisa dilakukan di Lembaga politik, dan supaya partai politik dilirik oleh masyarakat pemilih dalam pemilu, partai harus bisa hadir dan dirasakan di tengah-tengah masyarakat. Harus ada platform partai yang jelas.

Doni Hendrik sebagai tim pengabdian juga menyampaikan bahwa sesungguhnya buruh dan serikat buruh diperlukan oleh negara karena kalau tidak ada buruh tentu ekonomi negara tidak berjalan dengan baik. Oleh sebab itu, dalam sebuah partai harus ada tokoh sebagai ‘icon’ pemersatu partai yang bisa di jual di tengah-tengah masyarakat, misal Partai Gerindra dengan Prabowo, Nasdem dengan Surya Paloh. Nah, untuk Partai Buruh harus dipikirkan siapa tokoh yang akan dijadikan ikon perjuangan dalam partai. Mumpung pemilu masih satu tahun lagi, partai harus memikirkan itu. Kemudian harus diperhatikan juga mengenai isu yang diperjuangkan oleh partai. Isu yang diperjuangkan harus strategis. Tak hanya isu-isu buruh, tetapi lebih terkait dengan kebutuhan-kebutuhan real masyarakat.

Kegiatan pengabdian ini ditutup dengan sesi foto bersama yang dilanjutkan dengan beramah tamah antara tim dan pengurus DPW Partai Buruh.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *