![Audiensi KPID Sumbar dengan ISI Padang Panjang. [foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2022/12/IMG-20220826-WA0017.jpg)
Rektor ISI Padang Panjang, Prof. Dr. Novesar mengatakan, inovasi konten kreator sangat diperlukan dalam keberlangsungan kreatifitas generasi muda di era digital. Namun, konten yang disajikan mesti memperhatikan norma yang berlaku di tengah masyarakat.
“Sajian konten yang menarik memang sangat diperlukan, dan bahkan sangat ditunggu – tunggu oleh masyarakat. Namun yang lebih penting itu, harus sesuai dengan norma yang berlaku,” ujar Novesar.
Sebagai kampus seni atau penghasil konten kreator, Novesar menyebutkan, memastikan siap mendukung setiap pengembangan dunia penyiaran yang ada di Sumatera Barat. Hal itu akan diwujudkan dalam bentuk MOU bersama perguruan tinggi lainnya dengan KPID dalam hal pengawasan isi dan konten penyaiaran.
“Kami siap sama sama menjadi mitra KPID dalam melakukan pengawasan isi dan konten siaran,” sebutnya.
Menanggapi hal tersebut ketua KPID Sumbar, Dasrul menyambut baik rencana yang diapungkan oleh rektor ISI Padang Panjang tersebut. Secara kelembagaan dirinya memastikan semua Komisioner mau bekerjasama nantinya dalam pengembangan konten kreator yang ada di Sumatera Barat.
“Terima kasih atas gagasan yang telah diberikan kepada kami. Sehingga apa yang menjadi tujuan kita bersamaa dapat terwujud, teryuatam adalam pengawasan isi dan konten siaran,” kata Dasrul.
Terkait itu, Dasrul berharap, nantinya akan hadir perda penyiaran di daerah Sumatera Barat melalui dukungan dari ISI Padang Panjang. Sehingga KPID Sumatera Barat memiliki payung hukum yang kuat dalam melakukan fungsi dan tugasnya yang telah digariskan oleh undang undang.(*)
![Audiensi KPID Sumbar dengan ISI Padang Panjang. [foto : ist]](https://datalama.scientia.id/wp-content/uploads/2022/12/IMG-20220826-WA0017.jpg)
Tinggalkan Balasan