Jakarta, Scientia – Komisi penyiaran Indonesia (KPI) Pusat mengingatkan KPID Sumatera Barat untuk fokus dalam pengawasan konten yang disajikan oleh Lembaga Penyiaran (LP). KPI menilai pasca migrasi dari TV Analog ke TV Digital akan banyak stasiun – stasiun TV yang akan bermunculan.
“Untuk memperkuat teknologi pengawasan terhadap lembaga penyiaran,” ujar Sekretaris KPI Pusat Umri saat menjamu rombongan Komisioner KPID Sumbar Rabu 20 April 2022 di Kantor KPI pusat. Rabu, (20/4)
Sementara itu, Ketua KPID Sumatera Barat, Dasrul mengatakan, banyak masalah yang saat terjadi didaerah akan mirgasi analog ke TV Digital tersebut, mulai dari pola Siaran hingga pendistribusian STB.
“Tujuan utama dirinya bersama 4 komisioner lainya adalah untuk silaturahmi dan koordinasi dengan KPI pusat hingga mendengarkan lansung arahan dan regulasi terkait Migrasi TV Analog ke TV digital,” kata Dasrul.
“Kami memastikan pelaksanaan ASO di Sumbar per 30 April 2022 bisa berjalan sesuai yang di harapkan oleh pemerintah pusat. Ditambah dengan dukungan dan dorongan dari Permprov Sumbar dan 19 Kabupaten dan Kota yang ada” lanjut Dasrul.
Meski demikian, Dasrul berharap, KPI pusat terus memberikan perhatian kepada KPID guna apa yang dicita-citakan oleh pemerintah pusat tentang ASO bisa berjalan dengan yang dicita-citakan.
KPID Sumbar turut menyempatkan diri bersilaturahmi dengan KPID DKI Jakarta, dengan tujuan untuk mendapatkan informasi lansung bagaimana proses dan pemantauan ASO di DKI Jakarta.
Komisioner KPID Sumbar yang melakukan kunjungan dan silaturahmi tersebut dipimpin langsung oleh Kadis kominfo Sumbar Jasman, ketua KPID Sumbar Dasrul, Ficky Tri Saputra, Rahmadi Sutrisno, Robet Cenedy, Baldi Pramana dan Zulkifli selaku sekretaris KPID sumbar.(*)

Tinggalkan Balasan