
PADANG, SCIENTIA – Fraksi Gerindra DPRD Sumbar menilai Gubernur Sumbar telah melakukan pendustaan pada DPRD Sumbar dan mengorbankan anak buahnya, berdasarkan laporan kinerja yang disampaikan pada paripurna.
Pada laporan gubernur, dinyatakan penyerapan anggaran tahun 2022 mencapai 95%, dan silpa sebesar Rp. 317.688 miliar, jauh lebih baik dari tahun 2021 dengan silpa Rp. 480 miliar lebih.
“Kami tetap memberikan apresiasi laporan kinerja anggaran, baik berkaitan dengan kinerja pendapatan daerah maupun belanja daerah yang telah dilaporkan pemprov,” tutur ketua Fraksi Gerindra Hidayat yang juga anggota Komisi V DPRD Sumbar saat gelar jumpa pers, Selasa 3 Januari 2023.
Ia berharap tahun 2023 ini, tak perlu lagi terjadi kebut-kebutan belanja keuangan di akhir tahun anggaran,
Hidayat menilai, pemerintahan bukan hanya dinilai dari serapan anggaran tapi juga dalam tata kelola pemerintahan, yang mengacu pada pelaksanaan yang baik serta bersih dari kolusi dan nepitosme, (good and clean governance).
Menurut Hidayat, Fraksi Gerindra menilai hal tersebut masih jauh, karena yang dipakai dalam penempatan aparatur adalah merit sistem, sehingga sangat berpotensi terjadinya praktek nepotisme, berbasis primordial maupun afiliasi politik.
“Pengisian jabatan semestinya dilakukan sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan dengan kompetensi serta kinerja ASN,” tegas Hidayat lagi.
Gubernur Sumbar Diminta Jujur
Ditambahkan Eviyandri Rajo Budiman yang merupakan Sekretaris Gerindra Sumbar dan merupakan anggota Fraksi, bukan hanya penempatan struktural, tapi dalam pelaksanaan program unggulan tidak tampak berjalan sesuai laporan.
Eviyandri mengatakan, berdasarkan berbagai penilaian, baik progul, kepariwisataan kesejahteraan guru honor, subsisdi modal usaha, pertumbuhan ekonomi belum berkualitas, problem sosial, dan lainnya, Fraksi Gerindra meminta agar pemerintah provinsi melakukan kolaborasi dan bersinergi dengan DPRD Sumbar.
“Kami meminta gubernur Sumbar untuk berjujur-jujur saja, sebutkan saja berbagai rencana dan realisasi nyata, termasuk pengalihan gedung sejarah menjadi hotel dan penempatan struktur lainnya, jangan bohongi kami dan jangan korbankan anak buah mu,” tutup Hidayat.
Jumpa pers selain dihadiri Penasehat Fraksi Supardi, sekretaris Gerindra Eviyandri Rajo Budiman, Ketua Fraksi Hidayat, juga dihadiri anggota lainnya, Yusnisra Sahiran, Nur khalis.
Hadir juga Muchlis Yusuf Abit, Ismunandi Sofyan, Jasma Juni, Khair udin Simanjuntak, Mario Syah Johan, Jempol, Mesra dan Syafruddin Putra, berjalan sangan komunikatif dan terbuka.

Tinggalkan Balasan